Ringankan Beban Wali Saat Pandemi, SMK NU Pamotan Gratiskan SPP Siswa Setahun

- Minggu, 15 Agustus 2021 | 16:44 WIB
SMK NU Pamotan memilih kebijakan anti-mainstrem dengan menggratiskan SPP alias infak seluruh siswa mulai tahun pelajaran 2021-2022 lantaran pandemi Covid-19. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
SMK NU Pamotan memilih kebijakan anti-mainstrem dengan menggratiskan SPP alias infak seluruh siswa mulai tahun pelajaran 2021-2022 lantaran pandemi Covid-19. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Kebijakan sosial anti-mainstream alias tidak umum diberlakukan oleh SMK NU Pamotan Kabupaten Rembang.

Menejemen sekolah rela menggratiskan biaya SPP selama satu tahun bagi seluruh siswa, demi membantu meringankan beban orang tua selama pandemi Covid-19.

Padahal, menjemen SMK NU Pamotan seharusnya bisa meraup uang hasil pembayaran SPP dari siswa sebesar Rp 30.120.000 sebulan, dan Rp 361.440.000 setahun.

Baca Juga: Kankemenag Jepara Raih Penghargaan Terbaik Nasional Pengelolaan BOS

Jumlah itu didapat dari nilai SPP sebesar Rp 120.000 dikali keseluruhan siswa SMK NU Pamotan sebanyak 251 anak.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada tahun ajaran 2021-2022 ini.

Semua siswa yang semula wajib membayar sebesar Rp 120 ribu/siswa/bulan, mulai Juli 2021 sampai dengan Juli 2022 tidak perlu membayar SPP/infak alias gratis.

Kepala SMK NU Pamotan, Rahadhian Yusuf menyatakan, kebijakan tersebut dilatarbelakangi evaluasi pembayaran SPP siswa.

Baca Juga: Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Al Makin, Dulu Angon Wedus, Belajar Bahasa Inggris Hanya Lewat Kaset

Selama pandemi berlangsung sejak 2020 lalu, ternyata banyak siswa yang SPP tertunggak.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa SMPN 3 Pati Sukses Sulap Hama Jadi Pupuk Multiguna

Minggu, 13 November 2022 | 20:09 WIB

Mencari Jejak Muasal Nama Desa Jaddung Sumenep

Jumat, 11 November 2022 | 16:25 WIB
X