Ratusan Sekolah Dasar di Jepara Tak Memiliki Kepala Sekolah

- Sabtu, 29 Oktober 2022 | 07:13 WIB
Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Ali Hidayat berbincang dengan guru dan siswa SD disela kegiatan lomba yang digelar di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)
Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Ali Hidayat berbincang dengan guru dan siswa SD disela kegiatan lomba yang digelar di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. (suaramerdeka-muria.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com – Sepertiga dari 572 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jepara tidak memiliki Kepala Sekolah (Kepsek). Untuk menjalankan kegiatan, dirangkap dari sekolah selain selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah.

Semakin mundur waktu pengisian jabatan, maka kekosongan jabatan terus bertambah. Sebagai pembanding, jika sampai September lalu kekosongan jabatan 180 SD, pada Oktober bertambah sepuluh menjadi 190 sekolah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidika Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Hidayat menjelaskan, dijadwalkan sampai akhir Desember mendatang, sudah dapat terselesaikan.

Baca Juga: 30 SD Negeri di Jepara Diregrouping, Ini Daftarnya

Upaya yang sedang dan telah dipersiapkan, dengan proses perekrutan guru guru senior untuk ditugaskan menjadi Kepala Sekolah.

"Kalau hanya menunggu mereka mendaftarkan diri, sulit. Untuk itulah, para guru ini yang ditunjuk untuk menduduki jabatn Kasek. Mereka yang berpangkitminimal III.c sudah memenuhi persyaratan," terang Ali Hidayat, Jumat (28/10).

Upaya lainnya, yang terlah dijalankan dengan melakukan penggabungan (regrouping) SD terdekat.  Sesuai dengan Peraturan Bupati Jepara No 27/Tahun 2022, tentang penggabungan SD negeri.

Jika semula jumlah SD Negeri 572 yang tersebar di 16 Kecamatan, ada Tahun Pelajaran 2022/2023 jumlah SD menjadi 539. Ada 63 sekolah yang digabung menjadi 30 sekolah, sehingga jumlah SD berkurang 33 sekolah.

Hanya saja, walau peraturan itu sudah berlaku mulai Tahun Pelajaran 2022/2023 ini, namun pelaksanaannya secara penuh menunggu awal semester genap, Januari 2023 mendatang.

Pertimbangannya, administrasi pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD yang digabung, baru bisa beralih secara penuh ke sekolah hasil regrouping, mulai awal 2023.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdikpora Susanto menambahkan, kekosongan kepala sekolah Oktober sebanyak 190, secara riil setelah penggabungan ada 157.

Dengan perhitungan adanya kepala sekolah yang pensiun pada November dan Desember, maka hingga akhir 202 ini, kekosongan akan bertambah pula. "Diharapkan, pengisian kepala sekolah baru semua tuntas pada akhir tahun ini," imbuh Susanto.

 

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekolah Penggerak Jadi Role Model Kurikulum Merdeka

Sabtu, 4 Februari 2023 | 05:00 WIB

Kreatif, Siswa SMP 2 Kayen Produksi Baju Daur Ulang

Senin, 30 Januari 2023 | 22:30 WIB

Kaum Milenial Diajak Berani Tolak Politik Uang

Kamis, 26 Januari 2023 | 21:55 WIB

MAN 1 Jepara Kawal Siswanya Sampai Perguruan Tinggi

Rabu, 25 Januari 2023 | 06:30 WIB

Jepara Tunda Penggabungan SD Negeri, Ini Pemicunya

Jumat, 20 Januari 2023 | 12:26 WIB
X