TPQ dan Madin Terancam, Pemkab Pati Diminta Tak Berlakukan Sekolah Lima Hari

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 19:59 WIB
Madin dan TPQ di Pati terancam terganggu akibat rencana penerapan lima hari sekolah. (suaramerdeka-muria.com/Moch Moor Efendi)
Madin dan TPQ di Pati terancam terganggu akibat rencana penerapan lima hari sekolah. (suaramerdeka-muria.com/Moch Moor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Rencana pemberlakuan lima hari kerja bagi ASN di lingkungan Pemkab Pati diharapkan tak berdampak pada efektivitas pelayanan pendidikan.

Jam belajar pada jenjang pendidikan SD dan SMP atau sederajat diharapkan tetap berjalan enam hari.

"Kalau sekolah juga menyesuaikan waktu kerja ASN, 5 hari, maka tidak akan efektif. Selain siswa dan gurunya rawan kelelahan karena jam belajar setiap harinya bertambah," ujar anggota Komisi D DPRD Pati Roihan, Selasa (11/10).

Secara fisik, belajar selama delapan jam dalam sehari juga dianggap Roihan terlalu melelahkan bagi anak usia SD dan SMP.

Apalagi berada di tempat yang sama dalam waktu relatif lama juga berpengaruh pada penurunan minat belajar.

"Kalau sesudah jam 12.00 akan merasa jenuh dan lelah. Bukan hanya siswa, gurunya juga akan mengalami itu," katanya.

Tak hanya itu, jika ada pemberlakuan sekolah lima hari atau setiap harinya berlangsung sampai sore, juga akan menghilangkan kearifan lokal.

Menurutnya, di Pati terdapat ribuan lembaga pendidikan agama berupa TPQ dan madrasah diniyah (Madin).

Baca Juga: Gesekan Jadwal Sekolah dan Madin di Rembang, Dinas Pendidikan Kumpulkan Kasek SMP, Begini Hasilnya

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Tebu, Koperasi Petani Rembang Blak-blakan Terkait Alur Pengajuan Bantuan ke Kementan

Baca Juga: Piala Dunia Wanita U17 2022 Dimulai Hari Ini : Wakil Asia Bukan Korsel, Iran atau Arab Saudi, Tapi Negara Ini

Lembaga nonformal itu menyelenggarakan pendidikan pada siang hingga sore.

"Kalau sekolah SD dan SMP atau sederajat pulangnya sampai sore, maka kearifan lokal TPQ dan Madin otomatis akan hilang. Jangan sampai itu terjadi, karena TPQ dan Madin ini terbukti berkontribusi besar dalam menanamkan pendidikan karakter kepada anak," jelasnya.

Keberadaan TPQ dan Madin telah lama ada dan tersebar di hampir setiap desa di Pati.

Masyarakat, kata Roihan, sangat terbantu dengan TPQ dan Madin lantaran tak memungut biaya mahal, atau bahkan ada yang gratis.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X