Angka Tidak Sekolah Tinggi, Pendidikan Nonformal Jadi Alternatif

- Jumat, 10 Desember 2021 | 07:30 WIB
Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono didampingi Kepala SKB Dian Sekar Sariutami beri pengarahan pada Program Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013, Kamis (9/12). (suaramerdeka.com/Sukardi)
Kepala Disdikpora Agus Tri Harjono didampingi Kepala SKB Dian Sekar Sariutami beri pengarahan pada Program Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013, Kamis (9/12). (suaramerdeka.com/Sukardi)

JEPARA,suaramerdeka-muria.com - Masih tingginya Angka Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara, hendaknya menjadikan keprihatinan bersama. Faktor ekonomi, banyak disebut sebagai penyebab dominan. Kondisi di lapangan, banyak anak usia sekolah, 21 tahun ke bawah, yang sudah drop out dan memilih bekerja.

“Pendidikan nonformal bisa menjadi alternatif untuk mengatasi masih tingginya ATS dan sekaligus mendorong peningkatan lama belajar warga,” ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono, saat menyampaikan pengarahan, pada Program Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013, yang diselenggarakan SKB JeparaTahun 2021 di Hotel D’Season Pantai Bandengan, Jepara, Kamis (9/12).

Didampingi Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jepara Dian Sekar Sariutami, Kadiskipora menjelaskan, pendidikan nonformal banyak keunggulan. Pengalaman menunjukkan, justru melalui pendidikan nonformal, memberikan kesempatan seluas luasnya kepada warga yang ingin melanjutkan belajar, dengan menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

BACA JUGA : Kemanag Jepara Launching PTSP Online

Mereka bsa mengikuti jenjang pendidikan kesetaraan (Paket) A (setara SD), B (SMP), C (SMA). Selain itu, juga menerima banyak pendidikan keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup.

Ditambahkan, angka tidak sekolah (ATS) untuk warga usia 21 tahun ke bawah mencapai 17 ribu lebih. Sedangkan rata rata lama sekolah pada kisaran 7,4 tahun. “Sekarang ini, kita sedang mengejar target 9 tahun,” terangnya.

Untuk mendorong pendidikan nonformal, Pemkab Jepara diharapkan menjadi payung bagi pelaksana pendidikan non formal di lapangan. Selain ada SKB yang milik Pemkab Jepara, juga sudah menyebar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ditangani warga. Pemkab diharapkan memfasilitasi tambahan pendanaan.

Dan sudah ada percontohan kerjasama dengan empat pemerintah desa yakni Tubanan (Kembang), Tulakan (Donorojo), Tegalsambi (Tahunan), dan Nalumsari (Kecamatan Nalumsari), yang siap mengalokasikan dana dari APBDesa untuk peingkatan sumber daya manusia, menggandeng PKBM. Perusahaan perusahaan juga diharapkan perannya dalam peningkaan pendidikan karyawannya.

Ketua Tim Penyusunan Kurikulum SKB Jepara Rain Adhistya SPd menambahkan, program Program Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013, yang diselenggarakan SKB JeparaTahun 2021 diharapkan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan nonformal. Bukan hanya di SKB, namun juga PKBM.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X