Disdikpora Kaltim Pelajari Sekolah Unggulan di Kudus

- Senin, 15 November 2021 | 21:55 WIB
Tim Dinas Disdikpora Kalimantan Timur menggelar studi banding pembelajaran kuliner di SMK PGRI 2 Kudus, Senin (15/11) sore. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Tim Dinas Disdikpora Kalimantan Timur menggelar studi banding pembelajaran kuliner di SMK PGRI 2 Kudus, Senin (15/11) sore. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Keberadaan sekolah unggulan atau vokasi yang mempunyai daya saing tinggi di Kota Keretek menarik minat Tim Disdikpora Kalimantan Timur. Senin (15/11) siang, mereka mendatangi sekolah unggulan yang didukung Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation untuk menggali berbagai hal yang mungkin dapat diterapkan di Kaltim.

Tidak hanya persoalan pembelajaran, sekolah tematik di Kudus juga memberikan norma, sikap dan moral yang baik untuk siswa. Jadi, tidak hanya mendidik siswa mempunyai keilmuan dan kemampuan tetapi juga mampu bermanfaat bagi lingkungannya.

Pantauan Suara Merdeka, terdapat tujuh sekolah binaan swasta yang dikunjungi oleh rombongan. Di antaranya, SMK Raden Umar Said, NU Banat, NU Ma’arif, SMK Duta Karya, SMK Wisudha Karya, hingga SMK PGRI 1 dan 2 Kudus.

BACA JUGA : Kisah Istiqomah, Anak Penjual Sayur di Lasem Juara Nasional Racik Krim Antijerawat, Tidak Kuliah karena Biaya

“Di Kabupaten Kudus ternyata kontribusi swasta sangat besar, khususnya Djarum Foundation ini, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” kata Kepala bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikprov Kaltim Deslan Nispayani.

Sejumlah hal akan diterapkan di Kaltim. Diharapkan, sekolah-sekolah di kampung halamannya dapat meyakinkan pihak swasta untuk turut mengembangkan pendidikan di SMK, baik dari segi infrastruktur atau kultur pendidikannya.

“Kami akan belajar lebih dalam lagi bagaimana sekolah bisa terhubung dengan dunia industri,'' paparnya.

Di Kaltim sendiri banyak perusahaan swasta besar yang turut membantu pengembangan pendidikan, namun tidak sampai terjun terlalu dalam. Secara pembelajaran baik di Kudus maupun di wilayahnya memang hampir sama.

“Semua kejuruan yang kami kunjungi juga relevan dengan keadaan di sana, ada rekayasa perangkat lunak, kemaritiman, pariwisata, hingga tata boga,” tandasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Jepara Izinkan PTM 100 Persen dengan Syarat

Selasa, 4 Januari 2022 | 17:37 WIB

Guru Harus Menjadi Agen Perubahan

Kamis, 16 Desember 2021 | 06:38 WIB
X