Sekolah Direnovasi, Siswa SD di Kudus ini Numpang Ujian PTS di Rumah Warga

- Selasa, 7 September 2021 | 06:30 WIB
Siswa SD 3 Demaan, Kecamatan Kota giat belajar meskipun sebagian ruangan masih dalam proses perbaikan. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Siswa SD 3 Demaan, Kecamatan Kota giat belajar meskipun sebagian ruangan masih dalam proses perbaikan. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Siswa kelas 5 dan kelas 6 SD 3 Demaan, Kecamatan Kota terpaksa mengikuti ujian peniliaian tengah semester (PTS) dengan numpang di rumah warga.

Murid kelas 5 di rumah warga Peganjaran, Kecamatan Bae dan pelajar kelas 6 menempati hunian penduduk Desa Demaan, Kecamatan Kota. Kondisi tersebut terjadi karena ruang kelas sedang diperbaiki.

Sedangkan siswa kelas 4, nunut belajar di mushala sekolah setempat. Kondisi tersebut mengingatkan pada nasib siswa SD 4 Prambatan Kidul. Siswa kelas 3 dan kelas 6 belajar di mushala dan ruang serbaguna karena ruang kelas ambrol.

Kepala SD 3 Demaan, Sri Kadarsih mengatakan lima ruang di sekolahnya sedang diperbaiki, yakni kelas 4, kelas 5, kelas 6, dan laboratorium komputer-bahasa serta perpustakaan.

BACA JUGA : Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Diklaim Aman, Ujian Siswa Digelar Langsung Terbatas

PTS kali ini dilakukan secara tatap muka dengan sistem shifting. Kuota masing-masing kelas sebanyak 50 persen dari jumlah siswa.

''Setiap kelas dibagi dua, sebagian masuk pukul 07.00-09.00,'' katanya.

Lainnya masuk pukul 09.45-11.45. WIB. Sistem shifting diberlakukan untuk PTS di rumah warga.

Terkait penggunaan rumah warga sebagai tempat pembelajaran tatap muka, Sri mengungkapkan merupakan inisiatif orang tua siswa. Kondisi sekolah yang tidak mendukung kegiatan PTM secara maksimal, mendong orang tua siswa menawarkan kediamannya untuklokasi pembelajaran.

Sejumlah orang tua mengetahui kabar ruang kelas diperbaiki. Mereka menawarkan siswa belajar di rumahnya.

Di rumah warga, siswa belajar menggunakan sarana dan prasarana seadanya. Mereka menggunakan karpet untuk alas duduk dan menulis di meja. Para pelajar merasa nyaman berada di tempat tersebut.

''Pembelajaran berjalan seperti biasa, hanya lokasinya tidak di sekolah," tandasnya.

PTS berlangsung hingga 17 September 2021. Setiap hari,  siswa menempuh satu mata pelajaran.

"Harapan kami proses perbaikan bisa segera selesai, jadi anak-anak bisa belajar di sekolah," ungkapnya.

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Jepara Izinkan PTM 100 Persen dengan Syarat

Selasa, 4 Januari 2022 | 17:37 WIB

Guru Harus Menjadi Agen Perubahan

Kamis, 16 Desember 2021 | 06:38 WIB

Guru Smansara Borong Juara Menyanyi PGRI

Rabu, 1 Desember 2021 | 22:55 WIB
X