Melatih Kecerdasan Aktor dengan Permainan Kata Berantai

- Kamis, 24 November 2022 | 09:18 WIB
Rhobi Shani, S.Pd, Guru di SMA Negeri 1 Tahunan Jepara.
Rhobi Shani, S.Pd, Guru di SMA Negeri 1 Tahunan Jepara.

Melatih Kecerdasan Aktor dengan Permainan Kata Berantai 


Oleh: Rhobi Shani, S.Pd.
Guru di SMA Negeri 1 Tahunan Jepara

Aktor dalam seni pertunjukan teater adalah orang yang memerankan tokoh dalam pertunjukan. Menurut Sumadiningrat dan Sobar Budiman dalam buku panduang Seni Teater, disampaikan istilah aktor adalah penyebutan untuk seorang pemain, baik pemain laki-laki maupun perempuan.

Sebagai seorang actor dituntut untuk menguasai segala permasalahan dalam pertunjukan teater. Mulai dari naskah lakon, berpikiran luas, serta mampu menempatkan diri dalam kelompok. Sebab, pertunjukan teater merupakan kerja tim. Dimana, satu dengan lainnya saling berkait.

Lantaran pertunjukan teater adalah kerja tim, maka seorang aktor dituntut memiliki kepekaan dan kecerdasan. Dengan memiliki bekal kecerdasan, maka seorang aktor akan lebih mudah melakukan improvisasi atau penyesuaian. Penyesuaian itu dapat dilakukan saat terjadi kesalahan dalam pertunjukan maupun penyesuaian terhadap lawan bermain maupun setting dan properti yang digunakan dalam pertunjukan.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, improvisasi adalah penciptaan atau pertunjukan sesuatu (pembawaan puisi, musik, dan sebagainya) tanpa persiapan terlebih dahulu. Dalam pertunjukan teater, penciptaan tanpa persiapan sangat mungkin terjadi. Itu seperti ketika aktor atau aktor lawan main lupa dengan dialog yang diucapkan. Pada kasus tersebut, seorang aktor dituntut cerdas melakukan penyesuaian dengan menciptakan dialog yang tidak terdapat dalam naskah yang dipentaskan.

Kecerdasan berpikir cepat untuk melakukan penyesuaian atau improviasi dengan merangkai kalimat dapat dilatih dengan permaianan kata berantai. Langkah awal, yaitu mengkondisikan peserta didik duduk atau berdiri membentuk lingkaran. Lalu permainan Kata Berantai dimulai.

Permainan dimulai dengan menentukan jumlah kata dalam kalimat yang akan diucapkan peserta didik. Setelah itu, salah satu peserta didik yang ditunjuk diminta untuk mengucapkan satu kata. Selanjutnya, kata tersebut dirangkai menjadi kalimat oleh peserta didik lainnya yang berada di sisi kiri. Kata terakhir yang diucapkan, kemudian jadi dasar peserta disik lainnya yang berada di samping kiri untuk merangkai kalimat. Begitu seterunya hingga hingga dirasa cukup.

Tahapan berikutnya, kecepatan merespon kata untuk dirangkai menjadi kalimat ditingkatkan. Jumlah kata yang jadi dasar membuat kalimat juga bisa ditambah. Bila sebelumnya adalah satu kata terakhir yang diucapkan pada tahapan ini menjadi dua kata terakhir yang diucapkan peserta didik untuk jadi dasar penysunan kalimat oleh peserta didik lainya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X