Lasem Kota Pusaka 'Toleransi', Laboratorium Pendidikan Pancasila

- Jumat, 16 September 2022 | 09:24 WIB
Tahun toleransi Indonesia 2022. (suaramerdeka-muria.com/Abdullah Hamid)
Tahun toleransi Indonesia 2022. (suaramerdeka-muria.com/Abdullah Hamid)

Oleh : Abdullah Hamid *)

Suaramerdeka-muria.com - Lasem luas 4503, 80 Ha secara administratif merupakan kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa-Tengah yang di dalamnya terdapat 28 desa. Dengan geografi pesisir pantai dan gunung.

Meskipun kini tingkat kecamatan, namun memiliki sejarah yang panjang sehingga ditetapkan sebagai Kota Pusaka. Setelah melewati bebarapa tahapan mulai dari penyusunan RAKP tahun 2014 hingga pelaksanaan proyek penataan kawasan pusaka Tahap I Tahun 2021-2022 senilai Rp 88, 13 Milyar yang dilaksanakan oleh pemerintah secara terpadu dan melibatkan masyarakat.

Pusat kota Lasem yang telah direvitalisasi mulai dari Alun-Alun Lasem, Pasar, Masjid Jami Lasem, Kampung Kauman hingga Pecinan, kini menjadi kota yang semakin indah dan menginspirasi banyak orang untuk datang.

Kota Pusaka adalah kota yang di dalamnya terdapat kawasan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting atau luhur. Adapun Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat benda, tak benda dan alam/saujana yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan/atau kebudayaan.

UNESCO memberikan kriteria penelitian untuk penetapan kota pusaka, antara lain sebagai berikut :
1. Menampilkan pertukaran nilai-nilai luhur manusia, dalam rentang waktu atau dalam lingkup budaya, dalam arsitektur, teknologi, seni, monumental, perencanaan kota atau rancangan lanskap.
2. Menyandang peran sebagai jejak yang unik atau istimewa dari suatu tradisi budaya atau peradaban baik yang sudah lenyap maupun yang masih ada.
3. Berkaitan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan peristiwa atau tradisi yang hidup, dengan gagasan, dengan kepercayaan, dengan karya seni dan sastra yang memiliki nilai penting universal yang menonjol.
4. Merupakan mahakarya kecerdasan kreatif umat manusia.
5. Merupakan contoh yang luar biasa yang mewakili tahapan utama sejarah perkembangan bumi, termasuk catatan kehidupan, proses geologi signifikan yang sedang berlangsung dalam pengembangan bentang alam, atau geomorfik yang signifikan atau fitur fisiografi lannya.

Baca Juga: Jalan Lingkar Gagal, Rembang Bakal Punya Jembatan Gantung di Kawasan Kota Pusaka Lasem?

Baca Juga: Mayat Telanjang di Gudang Garam Lasem Terungkap Berkat Sidik Jari, Ini Identitasnya

Baca Juga: Bingung Mengurus Paspor dengan M-Paspor? Begini Panduannya

Baca Juga: Jalan Tol Baru Mulai Dibangun : Tidak Perlu Transaksi di Gerbang, Ada Jalur Motor dan Sepeda

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X