Membangun Work Design for Employee Well-being Oleh Muhammad Iqbal, S.T.

- Kamis, 14 April 2022 | 13:28 WIB
Muhammad Iqbal, S.T.
Muhammad Iqbal, S.T.

Membangun Work Design for Employee Well-being
Oleh: Muhammad Iqbal, S.T.

Pandemi Covid-19 telah menjadi “babak penggerak” digitalisasi pada hampir seluruh entitas masyarakat. Tak terkecuali dalam dunia kerja, banyak aktivitas pekerjaan yang dipaksa untuk menyesuaikan diri dalam konteks digital. Flexy worktime, flexy workplace, virtual meeting, adalah sebagian bentuk konsekuensi dari Remote Working, sebuah kondisi akibat munculnya pandemic Covid-19. Jika sebelumnya bekerja cenderung “hanya di kantor saja”, dengan bertatap muka pada jam kerja, maka kondisi Remote Working menjadikan semuanya borderless, bekerja tanpa batas ruang dan waktu. Dimana saja, kapan saja, siapa saja bisa terlibat dalam pekerjaan yang sama.

Namun, kondisi tersebut dapat menyebabkan terganggunya kesehatan mental, dimana tanggung jawab pekerjaan dan hak-hak yang bersifat personal menjadi tercampur dan tidak jelas batasannya. Sehingga muncul istilah Work-Life Balance, dimana waktu untuk menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan harus seimbang dengan waktu untuk hal-hal yang bersifat personal. Hal ini mengingat bekerja tanpa batas bisa menyebabkan tekanan yang lebih besar kepada karyawan. Kondisi ini mengaruskan pengelola SDM harus memprioritaskan kesejahteraan karyawan dan kesehatan mental karyawan, dengan tujuan untuk mengembangkan ketahanan karyawan di tempat kerja.

Di sisi lain, dalam kondisi normal, selalu ada Toxic Culture yang setiap saat dapat mengganggu engagement karyawan dalam bekerja, baik itu berupa misalnya birokrasi, intimidasi, ketidakjelasan tanggung jawab, Silo antar bagian, ataupun persaingan internal. Toxic culture merupakan energi yang terpakai untuk hal-hal yang tidak produktif di lingkungan kerja. Baik Work Life Balance dan juga Engagement sama-sama mempengaruhi terhadap Employee Well-being (kesejahteraan karyawan), yang pada akhirnya akan berpengaruh pada Employee Performance.

Maka, dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, adanya Variable moderator berupa kemampuan Organisasi untuk mendesain fungsi pekerjaan menyesuaikan dengan kebutuhan Employee Well-being akan menjadi sangat diperlukan, sehingga tidak diperlukan konsep Work-Life Balance, karena pekerjaan sudah didesain untuk kenyamanan dan kesejahteraan karyawan.

Dengan adanya kemampuan Organisasi untuk membangun Work Design for Employee Well-being, maka diharapkan setiap karyawan akan benar-benar merasa nyaman baik ketika bekerja dan juga dalam kehidupan pribadinya. Karyawan tidak lagi dibebankan dengan berbagai macam “tekanan” yang terkait dengan pekerjaannya. Organisasi sudah mendesain berbagai aspek pekerjaan, dengan mempertimbangkan faktor kehidupan personal, untuk dapat menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan, yang pada akhirnya dapat membuat karyawan memiliki performance yang lebih baik.

Model ini pada prinsipnya adalah model Value Co-Creation antara Organisasi dan karyawan. Organisasi dapat memenuhi Employee Value Perception, dan karyawan dapat memberikan performance yang diharapkan Organisasi.

Adapun komponen Work Design untuk dapat mengoptimalkan Employee Well-being diantaranya adalah:

Pertama, Physical Well-being. Kesehatan fisik mencakup banyak aspek termasuk olahraga, tidur, gaya hidup secara keseluruhan, dan pilihan makanan. Organisasi berwawasan ke depan akan pro aktif mengkomunikasikan pentingnya kebiasaan sehari-hari untuk meningkatkan kesejahteraan fisik seseorang.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X