Masih Ada Keterbatasan Akses Disabilitas Saat Pemilu

- Selasa, 29 Maret 2022 | 10:03 WIB
Sugie Rusyono (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Sugie Rusyono (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Oleh : Sugie Rusyono, S.IP *)

Pengakuan terhadap disabitas pada beberapa ranah kehidupan kini mengalami peningkatan. Upaya dan regulasi telah diwujudkan agar hak-hak penyandang disabilitas sebagai anak bangsa tidak didegradasi oleh masyarakat.

Meski memiliki keterbatasan, bukan berarti mendapatkan perlakukan yang berbeda. Perlakuan berbeda tersebut justru lebih pada pemenuhan akses-akses agar memudahkan melakukan aktivitas.

Salah satunya yang menarik adalah akses disabilitas untuk demokrasi khususnya pemilu dan pemilihan. Hak penyandang disabilitas pada pemilu mendapatkan ruang yang nyata, diatur pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pasal 350 Ayat (2, dijelaskan, “TPS ditentukan lokasinya di tempat yang mudah dijangkau, termasuk oleh penyandang disabilitas, tidak menggabungkan desa, dan memperhatikan aspek geografis serta menjamin setiap Pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung, bebas dan rahasia,” dan pasal 356 Ayat (1); Pemilih disabilitas netra, disabilitas fisik, dan yang mempunyai halangan fisik lainnya pada saat memberikan suaranya di TPS, dapat dibantu orang lain atas permintaan pemilih.

Baca Juga: Komunitas Serabi Rembang, Bersepeda Sambil Berbagi Sembako, Beri Bonus Sarung ke Penghafal Surat Pendek

Orang lain yang membantu pemilih dalam memberikan suara wajib merahasiakan pilihannya. Selain juga pada UU No 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas juga pada Pasal 28 H dan 28 I UUD 1945.

Untuk pemilu dan pemilihan, penyandang disabilitas merupakan pemilih yang sah dan berhak untuk didaftar dan menggunakan hak pilih dengan baik, seperti pemilih yang tidak ada kelainan.

Hak pilih ini pada posisi yang sama. Maka pemenuhan dan kemudahan akses yang setara bagi difabel suatu hal yang wajib dilakukan. Ada ungkapan kalau suara rakyat adalah suara Tuhan (Vox Populi, Vox Dei), ungkapan itu semakin menguatkan kalau rakyat (pemilih)tidak boleh diabaikan begitu saja, termasuk penyandang disabilitas.

Baca Juga: Minim Pelamar, Seleksi Direksi PDAM dan Direktur Percetakan Kudus Dibatalkan

Tetapi pada realiatasnya, penyandang disabilitas masih menemui kendala saat berada di TPS. Pada forum Pemilu Inklusif Untuk Semua yang menghadirkan penyandang disabilitas oleh Bawaslu Kabupaten Blora.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X