SE MENAG NO. 5 TAHUN 2022; WUJUD KEBERAGAMAAN INDONESIA BERDASAR KETUHANAN YANG MAHA ESA

- Selasa, 1 Maret 2022 | 12:47 WIB
Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag.  Guru Besar Pendidikan Agama Islam IAIN Kudus
Prof. Dr. H. Ihsan, M. Ag. Guru Besar Pendidikan Agama Islam IAIN Kudus

SE MENAG NO. 5 TAHUN 2022;

WUJUD KEBERAGAMAAN INDONESIA BERDASAR KETUHANAN YANG MAHA ESA

 

Oleh: Ihsan*

 

Pendahuluan

Globalisasi dunia memberikan dampak perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang semakin kompleks. Tujuh puluh tujuh (77) tahun yang lalu bangsa Indonesia merdeka hingga saat ini, masih harus bekerja keras agar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat merata dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, baik dalam kehidupan politik, ekonomi maupun social budaya, tak terkecuali dalam kehudupan beragama. Masyarakat Indonesia yang majmuk menghadapi persoalan yang serius dan beragam, terutama dilihat dari pertumbuhan dan perkembangan teknologi yang cepat. Semangat globalisasi tidak jarang akan membawa dampak negatif yang sangat besar. Media sosial sebagai bentuk dari kemajuan teknologi juga berimbas pada kehidupan riil masyarakat Indonesia, baik kehidupan politik, ekonomi maupun social budaya, bahkan, kehidupan  beragama masyarakat Indonesia di tengah pluralitas dan multikultural Indonesia.

Kegaduhan dan riuh rendah media sosial yang saat ini sedang menjadi perhatian dunia, utamanya yang saat ini sedang viral adalah kontro versi dalam mensikapi SE Menteri Agam RI no 05 Tahun 2022 tentang  Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musalla. Kontro versi, bahkan tindakan bullying yang mengarah fitnah yang sangat kejam serta pembunuhan karakter terhadap Menteri Agama, menjadi pertanda bahwa masyarakat kita masih belum dewasa menggunakan media dan bahkan sangat mungkin diperalat oleh kepentingan tertentu.

Sebagai Muslim yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pesantren, Menteri Agama RI  Yaqut Cholil Qoumas tentu sangat mengerti sampai denyut nadi terdalam bahwa pengeras suara adalah satu media syiar Islam di tengah masyarakat. Namun jangan dilupakan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sangat majemuk atau beragam suku, agama, dan latar belakangnya, sehingga perlu adanya upaya merawat kebhinekaan dan keragaman tersebut demi menjaga nilai-nilai persaudaraan dan keberagaman agama kita.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X