Strategi Self Regulated Learning Sebagai Upaya Mengurangi Kecurangan

- Rabu, 5 Januari 2022 | 09:56 WIB
Emi Indriasari
Emi Indriasari

 

PENDIDIKAN merupakan fondasi kehidupan yang melekat pada manusia untuk menstransfer ilmu pengetahuan, perubahan, perbaikan watak, akhlak serta sikap dan kepribadian yang cerdas, terampil, dan jujur.

Akan tetapi, pada kenyataannya sikap tidak jujur  masih menghiasi proses pendidikan. Sebagai contoh, kecurangan dalam mengerjakan soal ulangan harian.

Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilaksanakan oleh manusia untuk membentuk manusia yang tangguh, berkualitas dan berwatak mulia.

Hal ini perlu langkah nyata dalam mengatasi budaya kecurangan saat mengerjakan soal ulangan harian. Sebagai contoh kasus, ulangan harian Bahasa Inggris yang dilaksanakan pada satu rombongan belajar (rombel) kelas XI .

Dalam satu rombel yang terdiri atas 36 peserta didik, 7 diantaranya menyontek  saat ulangan harian. Siswa yang sering berbuat curang akan membawa dampak yang negatif  dan membentuk pribadi yang kurang percaya diri, malas berfikir bagi dirinya, dan bisa juga menular kepada kawannya. 

Perilaku curang saat mengerjakan ulangan sekolah, akan dapat berdampak negatif menjadi pribadi yang tidak jujur sepanjang hanyatnya. Padahal, jika melihat proses ulangan sebelumnya, para siswa di kelas tersebut mengerjakan soal ulangan dengan baik, dan perilaku jujur.

Dari sinilah perlu dicari solusinya, cara mengatasi kecurangan siswa dalam mengerjakan soal ulangan harian pada mata pelajaran Bahasa Inggris.  

Apakah (SRL) dapat meningkatkan sikap kejujuran dalam mengerjakan soal harian mereka?  Self Regulated Learning adalah langkah yang tepat untuk pemecahan masalah yang ada di SMA 1 Jepara, yang dapat diartikan sebagai tindakan strategi yang meliputi perencanaan, monitoring, dan evaluasi kemajuan diri yang mengarahkan usaha-usaha dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

SRL sebagai upaya untuk mengatasi kecurangan yang terjadi di SMA 1 Jepara dalam mengerjakan soal ulangan, diasumsikan bahwa perilaku curang karena siswa cenderung malas berfikir, dan tidak tahu cara menggunakan cara belajar yang efektif.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X