Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

- Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB
Fenti Yusnia Alfasanah, A. Md, S. Pd (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Fenti Yusnia Alfasanah, A. Md, S. Pd (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Oleh : Fenti Yusnia Alfasanah, A. Md, S. Pd *)

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pondasi paling dasar dalam jenjang pendidikan. Banyak orang menyebutkan bahwa usia dini adalah usia emas atau golden age. Disebut usia emas, karena pada masa ini kemampuan dasar anak berkembang pada titik optimal apabila didukung dengan stimulasi yang maksimal. Ibarat kertas kosong, apa yang diingat anak pada masa yang akan datang, adalah apa yang ditulis saat ini.

Baca Juga: Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Kita mengenal dunia anak adalah dunia yang paling menyenangkan, penuh warna, lagu, dan permainan. Namun jangan salah, yang dilakukan anak usia dini merupakan proses untuk belajar. Dalam perkembangannya, anak usia dini harus mendapatkan perlakuan yang menyenangkan dalam membangun pengalamannya, agar tidak menimbulkan trauma di masa yang akan datang.

Bermain adalah hal yang paling menyenangkan. Oleh karena itu cara mereka belajar pun dilakukan dengan cara bermain. Banyak hal yang dapat dilakukan saat bermain, baik sendiri maupun bersama teman. Meskipun begitu, bermain akan lebih mengasyikkan dengan benda-benda yang hadir di depan anak, dapat diamati, dipegang, dan dimainkan.

Baca Juga: Sampah dan Simbol Kekuasaan

Sepertinya mudah untuk menemukan mainan yang disukai anak-anak karena banyak dijual di pertokoan. Jika kita melihat mainan pada umumnya, lebih banyak terbuat dari bahan plastik dan siap untuk dimainkan.

Dalam perkembangan PAUD, perlu dikaji ulang terkait dengan media bermain yang ada. Kalo kita ingin melihat permainan pada masa kecil, bahan-bahan main yang dipergunakan masih relevan untuk dimainkan masa sekarang. Karena mainan zaman dulu masih tetap menyenangkan, dibandingkan anak hanya berada di depan layar televisi, laptop, maupun gawai. Bahan main yang bervariatif dengan berbagai tekstur dapat memberikan nutrisi sensorik untuk perkembangan anak.

Media bermain yang digunakan harus dapat dilihat, diraba, diputar, digoyang–goyang, diubah, digabungkan, dilepas, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan agar anak dapat melakukan eksplorasi saat bermain dengan media yang digunakan. Media seperti ini disebut lepasan atau loose part, karena setelah dimainkan dapat dikembalikan ke bentuk semula. Mudah sekali mencari benda atau bahan yang dapat digunakan oleh anak untuk bermain, karena dapat ditemukan di sekitar kita.

Baca Juga: Filosofi Apa Yang Diharapkan Dari Pelantikan Pejabat Blora di Rabu Legi

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X