Sampah dan Simbol Kekuasaan

- Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB
Sugie Rusyono (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Sugie Rusyono (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

Oleh : Sugie Rusyono *)

“Yang ada tinggi rendah itu hanya nilai, kalau manusia ya, sama saja. Kebetulan seseorang ditugaskan menjadi bapak dari seorang yang lain, kebetulan seorang diperintah oleh sekumpulan masyarakat menjadi kades, Sekdes, atau Mantri Pasar, dan itu semua hanya pembagian kerja. Tidak ada yang mengabdi kepada orang lain, atau kelompok masyarakat mengabdi kepada sekelompok yang lain. Yang ada hanyalah semua orang, bersama-sama dari tempatnya masing-masing mengabdi kepada suatu pusat sumber, dan tata nilai yang terletak dihati nurani setiap orang dari mereka”

Apa yang ada di “Buku Arus Bawah” karangan Emha Ainun Najib ini, rasanya kok pas menjadi pengingat bagi pemegang kekuasaan dan pejabat di birokrasi. Tidak terkecuali bagi 7 pejabat esolen II dan 303 pejabat eselon III dan IV yang telah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Blora Arief Rohman di tempat dan hari yang berbeda.

Baca Juga: Filosofi Apa Yang Diharapkan Dari Pelantikan Pejabat Blora di Rabu Legi

Ada 310 pejabat inilah mutasi pertama kalinya yang dilakukan oleh Bupati Arief sejak dilantik pada 26 Februari 2021. Pelantikan 310 pejabat ini setidaknya memberikan pesan kalau Bupati tidak ragu-ragu dan terbelenggu oleh lingkaran kekuasan yang mengusungnya.

Dua kali pelantikan ini, kalau dilihat tidak lazim. Karena lokasi pelantikan tidak seperti biasanya. Bupati lebih memilih Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah dan Taman Makam Pahlawan (TMP) Blora.

Tentu ada maksud tersendiri hingga TPA Sampah dan TMP dijadikan lokasi. TPA Sampah dan TMP merupakan “Simbol” yang merepresentasikan keinginan rasa dan hati pemegang kekuasaan. Jadi simbol simbol ini nampaknya akan semakin kita lihat kedepannya. Sampah dan TMP menjadi simbol pembuka untuk mewujudkan janji kampanye dan mewujudkan birokrasi yang bersih.

Baca Juga: Jenuh PJJ, Tekuni Seni Pedalangan, Dalang Cilik Pati Ini Juara Festival Dalang

Sampah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas

Sampah dan TMP setidaknya kini menjadi simbol sekaligus pesan kepada birokrasi agar bekerja dengan baik dan benar. Memiliki tanggung jawab dan rela berkorban untuk kepentingan masyarakat. Pesaan simbol tersebut memang tidak bisa dimaknai secara hitam putih.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X