Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

- Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB
Urip Daryanto
Urip Daryanto

Oleh : Urip Daryanto

HEBOH soal Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kemensos RI untuk warga Blora yang penyalurannya melalui elektronik warung (e-warung) masih sulit diketahui kapan berakhir. Termasuk endingnya nantinya kaya apa, juga sulit diprediksi.

Hanya khalayak berharap semoga penataan atau pembenahan penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemensos yang dilakukan oleh Bupati Blora (Arief Rohman), itu kelak sempurna. Paling tidak warga yang termasuk kategori  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa menerima hak-haknya sesuai nilai bantuan dari pemerintah tersebut, yakni senilai Rp 200.000.

Sejak adanya pengusutan yang dilakukan oleh aparat terkait E-Warung yang selama ini menyalurkan, terungkap ternyata sangat besar nilai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kemensos RI untuk Blora yang penyalurannya melalui elektronik (e-warung) di setiap tahunnya.

Tercatat untuk tahun ini saja, dimana konon jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berkurang, total nilainya mencapai Rp 196,5 Miliar lebih.

Perhitungannya, jumlah KPM di Blora yang menerima BPNT dari Kemensos sebanyak 81.889. Jika setiap  KPM menerima sembako senilai Rp 200.000 setiap bulannya,  setiap bulan nilai BPNT untuk puluhan ribu warga Blora mencapai Rp 16.377.800.000. Dan dalam setahun mencapai  Rp 196.533.600.000.

Adanya pemberitaan bahwa diduga ada 189 agen E-Warung  di Blora yang terindikasi  menyalahi aturan (menyalahi Pedum), mungkin bisa dipakai pijakan ke depan terbukanya, berapa jumlah E –Warung di Blora yang menyalurakan BPNT. Termasuk berapa dan siapa saja supplier  yang menanganinya. Sehingga siapa saja akan mudah untuk melakukan kontrol.

Saat ini tentang data 189 agen E-Warung  di Blora yang diduga menyalahi aturan itu, pihak Dinsos Blora yang paling berkompeten terkesan tertutup untuk banyak media di Blora. Jangankan menjelaskan berada dimana saja info 189 agen E-Warung yang terindikasi menyalahi aturan itu, ketika dikonfirmasi soal apakah memang benar ada 189 agen E – Warung yang terindikasi menyalahi aturan – sulitnya setengah mati.

Kalau saja benar, publik tentu juga berhak tahu berapa jumlah E –Warung di Blora seluruhnya yang menangani penyaluran BPNT selama ini dan ke depannya. Syukur-syukur disertai Pedumnya, sehingga paling tidak publik akan bisa ikut mengawasi apakah penyaluran BPNT mellaui  E-Warung sudah berjalan pada rel atau tidak.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

ASN (GURU) HARUS MAMPU MELAYANI DENGAN TEKNOLOGI

Senin, 28 November 2022 | 22:23 WIB

Peer Counseling Cara Jitu Mengatasi Body Image

Senin, 3 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Menggagas Pengelolaan CSR yang Lebih Baik

Kamis, 14 April 2022 | 14:00 WIB

Bermain Kreatif dengan Media Loose Part

Senin, 3 Januari 2022 | 14:26 WIB

Makna Angka 9 di Hari Jadi Blora ke – 272

Minggu, 5 Desember 2021 | 12:45 WIB

Sampah dan Simbol Kekuasaan

Rabu, 10 November 2021 | 09:50 WIB

Menunggu Hasil Pembenahan E – Warung

Kamis, 30 September 2021 | 06:40 WIB

Industri Cukai dalam Bayangan Asap Rokok Ilegal

Jumat, 3 September 2021 | 12:35 WIB

Nilai Hijrah Nabi SAW

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:05 WIB

Membangkitkan Legenda Macan Muria

Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:32 WIB
X