318 Wisatawan Tertahan di Karimunjawa Akibat Gelombang Tinggi

- Senin, 26 Desember 2022 | 06:36 WIB
Pulau Karimunjawa yang eksotis. Pulau ini berada di laut utara Jawa di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Pulau Karimunjawa yang eksotis. Pulau ini berada di laut utara Jawa di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com - Sebanyak 318 wisatawan dari berbagai daerah tertahan di Karimunjawa akibat gelombang tinggi yang terjadi sejak Kamis petang (22/12/2022).

Para wisatawan ini rata-rata tiba di karimunjawa pada Rabu (21/12/2022) dan Kamis (22/12/2020).

Camat Karimunjawa Muslikin menjelaskan, wisatawan rata-rata memiliki perbekalan aman. Mereka memang tertahan kepulangnnya Minggu (25/12/2020).

Hal ini lantaran kondisi cuaca yang tidak memungkinkan kapal berlayar akibat gelombang tinggi.

''Wisatawan yang ada di Karimunjawa saya pastikan aman,'' tegasnya.

Baca Juga: Halo Pak Bupati, Tim Damkar Pati Butuh Tambahan Sarpras

Baca Juga: Jordi Amat Jadi Pemain Cadangan di Laga Brunei Darussalam vs Timnas Indonesia

Berdasarkan prakiraan Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Karimunjawa dan Jepara bisa mencapai 4 meter dengan kecepatan angin lebih dari 15 knots.

Kondisi ini diperkirakan akan terjadi sampai akhir Desember 2022 ini. 

Menanggapi masalah ini, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyiapkan beberapa pilihan untuk membantu wisatawan yang tertahan di Karimunjawa karena cuara.

Di antaranya menyiapkan posko aduan di Kantor Kecamatan, jika diperlukan PMI dan Baznas akan membuat dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makan wisatawan.

''Selain posko aduan dan dapur umum, Pemkab Jepara akan menghubungi Pengusaha Hotel Resort Indonesia (PHRI) untuk meminta memberikan diskon khusus kepada wisatawan supaya tidak memberatkan,'' kata Edy pada rapat koordinasi dii Ruang Rapat Sosrokartono, Minggu (25/12/2020).

Baca Juga: Wisatawan Melonjak Saat Cuaca Ekstrem, Kudus Bentuk Tim Pemantau Wisata

Bupati juga langsung melayangkan surat permohonan bantuan ke Dirjen Perhubungan Laut melalui Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Kementrian Perhubungan RI untuk melakukan deviasi Kapal Pelni KM Kelimutu dari Kalimantan ke Semarang untuk bersandar di Karimunjawa guna mengevakuasi wisatawan yang tertahan dan mengirimkan bahan pokok makanan untuk masyarakat Karimunjawa.

''Langkah ini ditempuh karena berdasarkan prakiraan cuaca dan gelombang BMKG bahwa gelombang tinggi pada perairan Utara Pulau Jawa diperkirakan berlangsung sampai akhir Desember,'' imbuhnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X