Jika Menikah dengan Bule, Bagaimana Status Kewarganegaraan Anak? Ini Penjelasannya

- Jumat, 29 Juli 2022 | 07:10 WIB
Anjar Hari Kiswanto dan Veronika Zhukova. (suaramerdeka-muria.com/Anjar Hari Kiswanto)
Anjar Hari Kiswanto dan Veronika Zhukova. (suaramerdeka-muria.com/Anjar Hari Kiswanto)

“Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing,” begitu bunyi UU Nomor 12 2006 Pasal 4 huruf c.

Namun, ada sejumlah ketentuan bagi anak hasil perkawinan campuran yang sah.

Dalam Pasal 6 di undang-undang tersebut, anak hasil perkawinan campuran yang sah berakibat memiliki kewarganegaraan ganda yang dibatasi waktu.

Selanjutnya setelah anak tersebut berusia 18 tahun, harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

Baca Juga: Kisah Lengkap Perjalanan Cinta Penjual Ikan di Pelabuhan Rembang hingga Nikahi Bule Cantik Rusia

Baca Juga: Ketua PGRI Jateng Ajak Semua Guru Bangkit Untuk Maju

“Dalam hal status Kewarganegaraan Republik Indonesia terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c, huruf d, huruf h, huruf l, dan Pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda, setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya,” jelas Pasal 6 Ayat 1.

Kemudian dalam Ayat 2 dijelaskan, pernyataan memilih kewarganegaraan sebagaimana diatur dalam Ayat 1, dibuat secara tertulis disampaikan kepada pejabat dengan melampirkan dokumen sesuai ketentuan.

“Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada Pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 6 Ayat 2.

Selain itu, ada ketentuan waktu dalam menyampaikan pernyataan memilih kewarganegaraan.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mustasyar PCNU Jepara KH Ubaidilah Noor Umar Wafat

Kamis, 5 Januari 2023 | 19:31 WIB
X