Geger Kasus Gus Cabul, Ini Ciri Pesantren yang Baik untuk Belajar Agama, Gedung Megah Bukan Jaminan

- Selasa, 12 Juli 2022 | 15:58 WIB
Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur (dok, ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc)
Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur (dok, ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc)

Suaramerdeka-muria.com – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan seorang Gus atau keturunan kyai di Ponpes Pondok Pesantren (Ponpes) Shiddiqiyyah, Jombang, Jatim belakangan membuat geger masyarakat.

Tidak sedikit masyarakat yang bertanya mengapa tindak asusila bisa terjadi di lingkungan pondok pesantren yang notabene mengajarkan ilmu agama.

Apalagi pelakunya adalah seorang Gus atau keluarga kyai.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang, M. Fatah menyebut, kasus pencabulan yang terjadi di Ponpes Jombang Jatim itu ibarat paribahasa ‘Karena Nila Setitik, Rusaklah Susu Sebelanga’.

Artinya, jumlah pesantren di seluruh Indonesia mencapai hingga sekitar 27 ribu.

Sedangkan peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Gus di Jombang yang mencuat akhir-akhir ini adalah kasuistik sehingga tidak bisa digeneralisir.

Baca Juga: Tol Demak-Tuban : Rute di Rembang Berubah, Perumahan Puri dan Kantor Kemenag Batal Tergusur?

Baca Juga: Kapolda Jateng Bertemu dengan Sejumlah Pengasuh Pondok Pesantren di Leteh, Ada Apa?

Oleh karena itu, Fatah berpesan kepada masyarakat yang akan mengirim anaknya belajar ilmu agama memilih pondok pesantren yang sudah dikenal sanad (jalan penghubung/riwayat) dan sejarahnya.

Dengan kata lain, masyarakat sudah mengenal betul dengan para masayikh atau sesepuh pesantren yang membang benar-benar amanah dan memiliki akhaqul karimah sebelum menitipkan anaknya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Desa Kunir Jadi Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Selasa, 22 November 2022 | 18:19 WIB

Ketum PBNU Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Sabtu, 12 November 2022 | 18:41 WIB

Kunjungan Kapolri Silaturahmi Alim Ulama Rembang

Minggu, 30 Oktober 2022 | 16:30 WIB
X