Lengkap, Adab Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Wajib Anda Tahu

- Selasa, 5 Juli 2022 | 18:17 WIB
Petugas Dintanpan Rembang mengecek daging hewan kurban di sejumlah tempat, dan menemukan adanya cacing hati (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa) (Ilyas al-Musthofa)
Petugas Dintanpan Rembang mengecek daging hewan kurban di sejumlah tempat, dan menemukan adanya cacing hati (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa) (Ilyas al-Musthofa)

Suaramerdeka-muria.com – Ibadah kurban merupakan perintah Allah yang awalnya disyariatkan pada Nabi Ibrahim a.s. Hingga kini ibadah kurban menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, terutama saat perayaan Hari Raya Idul Adha.

Penyembelihan hewan kurban perlu mentaati adab tata cara. Dengan melaksanakan adab tata cara secara baik dan benar, maka penyembelihan insyaallah sesuai dengan ajaran yang telah ditentukan.

Dikutip dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada sejumlah adab dan tata cara dalam penyembelihan hewan kurban.

Baca Juga: Tidak Boleh Berdiri, Berikut Pantangan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Idul Adha

Umat wajib memahami pantangan penyembelihan hewan kurban dan wajib tahu adab tata cara lengkap berkurban agar tak menjadikan ragu dalam menjalankannya.

Berikut adab tata cara penyembelihan hewan kurban dirangkum dari Majlis Tarjih Muhammadiyah :

  1. Dalam menyembelih, hendaknya yang menyembelih adalah shahibul kurban, atau panitia kurban sendiri, jika dia mampu. Jika tidak, maka bisa diwakilkan kepada orang lain. Shahibul kurban disyariatkan untuk ikut menyaksikan.
  2. Gunakan pisau yang setajam mungkin. Semakin tajam semakin baik. ini berdasarkan hadis dari Syaddad bib Aus r.a "Sesunggunya Allah mewajibkan berbuat Ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan ihsan. Jika menyembelih, sembelilah dengan ihsan. Hendaknya kalian membertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya. (HR Muslim)
  3. Tidak mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih. Karena ini akan menyebabkan hewan ketakutan sebelum disembelih. Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengasah pisau tanpa memperlihatkan kepada hewan (HR Ahmad).
  4. Menghadapkan hewan ke arah kiblat. hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembeluih (lehernya) bukan wajahnya. Dengan demikian, cara yang tepat untuk menghadapkan hewan ke arah kiblat ketika menyembelih adalah dengan memosisikan kepala di selatan, kaki di barat, dan leher menghadap ke barat.
  5. Membaringkan hewan di atas lambung sebelah kiri. Imam an Nawawi mengatakan, terdapat beberapa hadis tentang membaringkan hewan tidak disembelih dengan berdiri) dan kaum muslimin juga sepakat dengan hal ini. Para ulama sepakat bahwa cara membaringkan hewan yang benar adalah ke arah kiri. karena ini akan memudahkan penyembelihan untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegangi leher dengan tangan kiri.
  6. Menginjakan kaki di leher hewan sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Annas bin malik r.a. beliau mengatakan, Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor domba yang menyenangkan dipandang mata dan bertandung. Aku lihat beliau meletakkan kaki beliau di leher hewan tersebut, kemudian membaca basmalah kemudian beliau menyembelih dua ekor domba tersebut dengan tangannya (HR al Bukhari).
  7. Sebelum menyembelih hewan kurban harus membaca basmalah. Ini hukumnya wajib. menurut pendapat yang kuat. Allah berfirman "Janganlah kau memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan (QS Al An'am : 121).
  8. Dilanjutkan juga membaca takbir (Allahu Akbar) setelah membaca basmalah, seperti hadis dari Anas bin Malik. Pada saat menyembelih dianjurkan menyebut nama orang yang jadi tujuan dikurbankannya hewan tersebut. ".. dan didatangkan seekor domba kemudian Rasulullah SAW menyembelihnya sendiri sambil berdoa bismillahi wallahu akbar haza anni wa 'amman lam yudhahi min ummati" (disebutkan nama shahibul kurban).
  9. Pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah terpotong.
  10. Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati. Para ulama menegaskan perbuatan semacam ini hukumnya dibenci. Karena akan semakin menambah rasa sakit hewan kurban. Demikian pula menguliti binatang, memasukkannya ke dalam air panas dan semacamnya. Semua ini tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan hewan itu benar-benar telah mati.
  11. Disembelih dengan cepat untuk meringankan apa yang dialami hewan kurban.

Baca Juga: Muhammadiyah Kudus Tetapkan 35 Lokasi Salat Idul Adha 9 Juli, Berikut Daftarnya

Demikian secara lengkap adab dan tata cara penyembelihan hewan kurban. Sebagai sebuah bentuk ibadah, maka penting untuk memahami adab dan tata cara penyembelihan hewan kurban, agar ibadah kurban kita sesuai dengan tuntunan yang ada.

 

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Sumber: tarjih.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Desa Kunir Jadi Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Selasa, 22 November 2022 | 18:19 WIB

Ketum PBNU Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Sabtu, 12 November 2022 | 18:41 WIB
X