Tidak Boleh Berdiri, Berikut Pantangan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Idul Adha

- Selasa, 5 Juli 2022 | 15:10 WIB
Mesin (gergaji) bengkok yang biasa  digunakan  produksi  mebel, dimanfaatkan untuk memotong motong tulang hewan kurban di Masjid Babussalam Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Selasa (20/7). (suaramerdeka.com/Sukardi)
Mesin (gergaji) bengkok yang biasa digunakan produksi mebel, dimanfaatkan untuk memotong motong tulang hewan kurban di Masjid Babussalam Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Selasa (20/7). (suaramerdeka.com/Sukardi)

Dianjurkan juga membaca takbir (Allahu Akbar) setelah membaca basmalah, seperti hadis dari Anas bin Malik. Pada saat menyembelih dianjurkan menyebut nama orang yang jadi tujuan dikurbankannya hewan tersebut.

".. dan didatangkan seekor domba kemudian Rasulullah SAW menyembelihnya sendiri sambil berdoa bismillahi wallahu akbar haza anni wa 'amman lam yudhahi min ummati" (disebutkan nama shahibul kurban).

Selajutnya, pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah terpotong.

Setelah adab dan tata cara penyembelihan kurban, ada sejumlah pantangan dalam melakukan ibadah kurban

Baca Juga: Lengkap, Adab Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Wajib Anda Tahu

Jagal yang hendak melakukan pemotongan hewan kurban dianjurkan tidak mengasah pisau di depan hewan yang akan disembelih.

Pasalnya, ini akan menyebabkan hean kurban ketakutan sebelum disembelih. Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengasah pisau tanpa memperlihatkan kepada hewan (HR Ahmad).

Selain tidak boleh menyembelih saat hewan kurban masih berdiri, pantangan penyembelihan hewan kurban berikutnya yakni tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati.

Para ulama menegaskan perbuatan semacam ini hukumnya dibenci. Karena akan semakin menambah rasa sakit hewan kurban.

Demikian pula menguliti binatang, memasukkannya ke dalam air panas dan semacamnya. Semua ini tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan hewan itu benar-benar telah mati.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Sumber: Majelis Tarjih Muhammadiyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Desa Kunir Jadi Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Selasa, 22 November 2022 | 18:19 WIB

Ketum PBNU Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Sabtu, 12 November 2022 | 18:41 WIB

Kunjungan Kapolri Silaturahmi Alim Ulama Rembang

Minggu, 30 Oktober 2022 | 16:30 WIB
X