Berkurban di Masa Wabah PMK, Kemenag Jelaskan Ketentuannya

- Minggu, 26 Juni 2022 | 11:42 WIB
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas. (suaramerdeka-muria.com/kemenag.go.id)
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas. (suaramerdeka-muria.com/kemenag.go.id)

Suaramerdeka-muria.com – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI), mengelurakan Surat Edaran (SE) 10 tahun 2022, tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun1443 Hijriyah/2022 Masehi.

Dalam SE tersebut, antara lain dijelaskan ketentuan-ketentuan terkait pelaksanaan kurban di masa dan daerah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam ketentuan khusus SE tersebut dijelaskan, menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha adalah sunah muakkadah.

Umat Islam diimbau tidak memaksanakan diri berkurban di masa wabah PMK.

Baca Juga: Enam Larangan Keras Jemaah Haji Ketika di Tanah Suci, Bisa Didenda Rp 18 Juta

Baca Juga: Konstruksi Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Dipercepat, Begini Progresnya

Umat Islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau tertular dan daerah terduga PMK, diimbau untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH).

Selain itu, juga diimbau agar menitipkan pembelihan, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat.

Kemenag juga mengingatkan agar hewan yang dijadikan kurban dalam kondisi sehat.

Hewan tersebut antara lain tidak menunjukkan gejala klinis PMK, antara lain lesi, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak, termasuk lidah, gusi, hidung, dan teracak atau kuku.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Sumber: kemenag.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Desa Kunir Jadi Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Selasa, 22 November 2022 | 18:19 WIB

Ketum PBNU Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Sabtu, 12 November 2022 | 18:41 WIB
X