Festival Perang Obor di Jepara Kembali Berkobar, Ada Sejarah di Balik Perang Obor

- Selasa, 21 Juni 2022 | 15:21 WIB
Festival Perang Obor di Jepara, Senin (20/6/2022) malam. (Septina Nafiyanti)
Festival Perang Obor di Jepara, Senin (20/6/2022) malam. (Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com - Festival Perang Obor di Jepara yang sempat dilaksanakan tertutup selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, akhirnya kembali dilaksanakan secara meriah pada Senin (20/6/2022) malam.

Festival Perang Obor merupakan acara pamungkas pada sedekah bumi Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jateng.

Acara diawali dengan prosesi upacara adat, dilanjutkan dengan kirab pusaka yang dimulai dari rumah Petinggi Tegalsambi Agus Santoso sampai perempatan Tegalsambi.

Baca Juga: Evan Dimas, Witan Sulaeman dan Nadeo Argawinata Pemain Nasional yang Pernah Jadi Santri : Liga Santri Dimulai

Petinggi Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, tradisi perang obor merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan tiap Senin Pahing malam Selasa Pon di bulan Besar atau Dzulhijjah, bertepatan dengan sedekah bumi desanya.

''Ini merupakan bentuk rasa syukur kami. Api obor ini kami percaya mampu mendatangkan kesehatan dan menolak bala,'' ungkap Agus.

Ia menceritakan bahwa perang obor bermula dari legenda Ki Gemblong yang dipercaya oleh Kyai Babadan untuk merawat dan menggembalakan ternaknya.

Baca Juga: Liga Santri 2022 di Blora Diharapkan Muncul Pratama Arhan Baru

Namun karena terlena dengan ikan dan udang di sungai, ternak tersebut terlupakan sehingga sakit atau mati.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mustasyar PCNU Jepara KH Ubaidilah Noor Umar Wafat

Kamis, 5 Januari 2023 | 19:31 WIB
X