Tingkat Stunting Bisa Ditekan, Ini Caranya

- Minggu, 15 Mei 2022 | 14:59 WIB
Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo,  Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dan Bupati Rembang, H Abdul Hafidz memberikan keterangan pers terkait stunting di halaman Museum Kartini Rembang Minggu 15 Mei 2022. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)
Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dan Bupati Rembang, H Abdul Hafidz memberikan keterangan pers terkait stunting di halaman Museum Kartini Rembang Minggu 15 Mei 2022. (suaramerdeka.com/Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com - Tingkat stunting (gagal tumbuh anak karena kurang gizi, Red) di Kabupaten Rembang masih lebih rendah dibandingkan tingkat stunting di Provinsi Jawa Tengah.

Namun, Kabupaten Rembang diminta untuk terus menekan tingkat stunting.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo saat mengunjungi Rembang Minggu (15/5/2022) mengatakan tingkat stunting di Kabupaten Rembang saat ini 18,4 persen.

Baca Juga: Kepala BKKBN dan Anggota DPR RI Dorong Blora Jadi Percontohan Penangangan Stunting

Tingkat stunting Kabupaten Rembang itu masih rendah dibandingkan angka stunting Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 20,4 persen.

Dia berharap angka stunting di Rembang bisa turun lagi hingga 14 persenan.

''Jawa Tengah sendiri juga lebih baik dibandingkan daerah lain di Jawa dan Nasional. Tingkat stunting nasional saat ini masih 24,4 persen dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur tertinggi hingga 37 persen,'' jelas dia.

Baca Juga: BKKBN Serahkan Bantuan Bedah Pawon Waras Bangkle dan Tinjau KB MOW RSUD Blora

Secara nasional dia menyebut ada tujuh provinsi di Indonesia dengan tingkat stunting di atas 30 persen.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musim PMK, Ini Tips Memilih Hewan Kurban

Jumat, 3 Juni 2022 | 18:39 WIB
X