Ngaji di Gus Baha, Begini Pengakuan eks Napi Kasus Bom JW Marriott Jakarta

- Rabu, 16 Maret 2022 | 14:23 WIB
Puluhan eks narapidana terorisme ngaji di pesantren Gus Baha. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthoda)
Puluhan eks narapidana terorisme ngaji di pesantren Gus Baha. (suaramerdeka-muria.com/Ilyas al-Musthoda)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Dari puluhan narapidana eks terorisme yang Rabu 16 Maret 2022 mengikuti pengajian di Ponpes milik Gus Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Desa Narukan, Kecamatan Kragan Rembang, salah seorangnya adalah Jalil.

Jalil merupakan lelaki paruh baya asal Jakarta yang menjadi salah satu terpidana kasus bom di JW Marriott Jakarta, 2009 silam.

Baca Juga: Ditangani eks Pelatih Persib, Ini Nama dan Sekolah Tujuh Pemain Muda Rembang yang Berpeluang Main di Singapura

Ia ditangkap oleh aparat Densus 88 pada 2009 silam. Setelah proses peradilan, ia dijatuhi vonis penjara selama 10 tahun.

Kemudian ia bebas bersyarat pada 2015 lalu.

Setelah bebas, ia memutuskan untuk kembali ke pangkuan NKRI.

Berseragam dengan bagian belakang tertulis Persatuan Alumni Napiter NKRI Seluruh Indonesia, ia duduk bersama puluhan rekannya mendengarkan ceramah Gus Baha di aula Ponpes.

Baca Juga: Eks Narapidana Teroris Ngaji Kebangsaan dengan Gus Baha

Seusai ngaji dengan Gus Baha, ia yang ditemui wartawan bercerita tentang latar belakangnya yang merupakan bekas narapidana kasus terorisme,

Jalil mengakui, ia dan narapidana terorisme lainnya kurang wawasan dalam agama.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X