Bertahan Hidup di Kampung Nelayan: Bertekad Pertahankan Pendidikan Tiga Anak Berbekal Santunan BPJAMSOSTEK

- Minggu, 5 Desember 2021 | 13:44 WIB
Futikhah beraktivitas di warungnya. Warung ini menjadi sandaran hidup ia dan keluarganya sepeninggal suami. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Futikhah beraktivitas di warungnya. Warung ini menjadi sandaran hidup ia dan keluarganya sepeninggal suami. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com-Pagi buta di Kampung Nelayan, Desa Ujungbatu, Kecamatan/Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah riuh.

Mesin kapal saling bersautan, deburan ombak, dan lalu lalang nelayan.

Mereka sibuk dengan jala atau mesin kapal yang hendak melaut.

Sebagian lagi sibuk menyambut kepulangan nelayan.

Berbeda dengan satu rumah menghadap ke laut milik Futikhah.

Di tengah keriuhan itu, pemilik rumah tidak lagi menyiapkan bekal atau menunggu kepulangan suaminya dari melaut.


Sejak suaminya, Kusaini, meninggal awal tahun 2021 lalu, setiap pagi menjelang subuh, ia hanya sibuk sendiri di dalam rumah.

Tak ada aktivitas di luar sebagaimana warga lain.

Ia bersiap untuk shalat Subuh.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

Desa Kunir Jadi Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Selasa, 22 November 2022 | 18:19 WIB

Ketum PBNU Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Sabtu, 12 November 2022 | 18:41 WIB
X