Uji Kompetensi Wartawan Cegah Anarkisme Jurnalistik, Kali Pertama Digelar UKW di Blora

- Kamis, 2 Desember 2021 | 17:11 WIB
Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jateng di aula kantor Pemkab Blora, Kamis 2 Desember 2021. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jateng di aula kantor Pemkab Blora, Kamis 2 Desember 2021. (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka-muria.com- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

UKW kali ini diadakan di Kabupaten Blora selama dua hari, Kamis dan Jumat, 2 dan 3 Desember 2021.

UKW yang dilaksanakan bekerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora itu diikuti wartawan dari Blora, Kudus, Semarang dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah.

Bupati Blora H Arief Rohman yang baru turun dari mobil usai kunjungan kerjanya ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membuka UKW untuk kategori wartawan muda dan madya tersebut.

Baca Juga: Berstatus Proyek Strategis Nasional, Bupati Ingin Presiden Resmikan Bandara Ngloram dan Bendungan Randugunting

‘’Ini sunguh luar biasa. Pak Bupati baru tiba dari luar kota, kelihatan masih capek tapi masih meluangkan waktu untuk membuka UKW ini,’’ ujar Spesialis Pratama Dukungan Bisnis Wahyu Dono yang mewakili SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) dalam pembukaan UKW di aula kantor Pemkab Blora.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS dalam sambutan pembukaan UKW menuturkan, PWI Jateng tak henti menyelenggarakan UKW. Menurutnya, UKW merupakan pintu masuk untuk memperoleh sumber daya wartawan yang bisa dibanggakan. Yakni, sumber daya wartawan yang nantinya diharapkan memberikan ketentraman pada masyarakat.

Lebih lanjut Amir Machmud NS menjelaskan, UU pers dan kode etik jurnalistik sesungguhnya bukan sekedar melindungi wartawan dari kemungkinan terjerat cela sosial dan jerat hukum. Tetapi lebih dari itu.  Yakni melindungi masyarakat secara umum dari kemungkinan terjadinya anarkisme jurnalistik.

Baca Juga: Jadwal Penerbangan Bandara Ngloram dan Harga Tiket. Ada Discount, Buruan Booking!!

‘’Anarkisme jurnalistik  bisa saja muncul manakala profesi wartawan disalahgunakan, mana kala profesi ini justru dianggap bukan bagian dari unsur pencerah masyarakat dan manakala profesi ini tidak disikapi sebagai sebuah dorongan untuk berjalan dari kegelapan menuju ke cahaya ‘’Minat Dhulumati Ilannur’’. Kita tidak ingin yang demikian itu terjadi dan kita menjaganya antara lain melalui uji kompetensi wartawan,’’ tegasnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Cepu

Rabu, 19 Januari 2022 | 16:21 WIB

4.150 Dosis Vaksin di Jepara Nyaris Kedaluwarsa

Kamis, 6 Januari 2022 | 10:31 WIB
X