Keterlaluan! UMK di Jepara Hanya Naik Rp 1.403, Aliansi Buruh Gelar Demo Besar

- Sabtu, 27 November 2021 | 14:48 WIB
Aksi aliansi buruh di Jepara menolak kenaikan upah minimum kabupaten 2022 yang dinilai terlalu rendah, Jumat 26 November 2021. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Aksi aliansi buruh di Jepara menolak kenaikan upah minimum kabupaten 2022 yang dinilai terlalu rendah, Jumat 26 November 2021. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

''Namun jika tidak didengarkan tuntutan tersebut, tentunya kami akan menggunakan kembali hak konstitusional dalam mrnyampaikan pndapat di muka umum,'' tegasnya.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku akan kembali mengumpulkan dari perwakilan perusahaan dan buruh untuk koordinasi dan kembali berkomunikasi terkait penentuan UMK Jepara tahun 2022.

Namun, terkait kenaikannya, bupati baru bisa memastikan usulan ke gubernur setelah ada kesepakatan dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait.


''Kami upayakan membangun komunikasi kedua belah pihak. Ada atau tidaknya kenaikan tergantung pada hasil komunikasi nanti,'' ungkapnya.

Baca Juga: Sah! Penerbangan Komersial Perdana di Bandara Ngloram Dimulai, Citilink Awali Landing dan Terbang
Usai audiensi, ribuan buruh di luar kantor bupati masih terus berteriak menuntut kenaikan upah sebesar 10 persen.

Mereka tidak sepakat penentuan UMK berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021. Bahkan, guyuran hujan tidak menyurutkan aksi para buruh ini.

Aksi ini baru selesai pukul 17.00 WIB.

***

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dongeng Anak Hebat Rajin Salat Bersama Den Hasan

Senin, 6 Maret 2023 | 09:53 WIB

Gus Mus Ungkap Ijazah Doa Makan Durian dan Sate

Minggu, 5 Maret 2023 | 15:19 WIB
X