Polres Bongkar Penjualan Ranmor Bodong Lintas Negara

- Sabtu, 29 Mei 2021 | 13:22 WIB
GELAR PERKARA : Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin gelar perkara di tempat kejadian perkara gudang penyimpan motor bodong di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana (Beni Dewa)
GELAR PERKARA : Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin gelar perkara di tempat kejadian perkara gudang penyimpan motor bodong di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana (Beni Dewa)
PATI - Sindikat penjualan motor bodong berhasil diungkap oleh jajaran Polres Pati. Sedikitnya 325 motor dan 41 mobil bodong berhasil digagalkan saat hendak dijual di Timor Leste.
 
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi saat gelar kasus mengatakan kasus tersebut berhasil diungkap pada Rabu (19/5) kemarin. Mereka berhasil mengungkap sebuah bekas gudang mebel di jalan raya Pati - Juwana tepatnya di Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana.
Didalam gudang itu rupanya didapati puluhan motor bodong.
 
“Petugas mendapatkan laporan dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan seperti perbengkelan dengan puluhan sepeda motor dan mobil serta aktivitas keluar masuk truk kontainer pada malam hari,”terangnya.
 
Dari hasil penyelidikan rupanya diketahui di dalam gudang tersebut terdapat 57 Kendaraan Motor dan 11 mobil yang siap dikirim ke Negara Timor Leste. Petugas pun kembali melanjutkan pengembangan dengan berkoordinasi dengan pihak pelindo Tanjung Mas Semarang, didapatkan kembali 11 container yang siap kirim.
 
“Total ada sembilan tersangka yang diamankan. Modus operandinya, para tersangka berupaya mengelabui petugas , bahwa kendaran kendaraan tersebut akan dikirim ke Kalimantan, tetapi setelah dilakukan kroscek, ternyata akan dikirim kenegara Timur Leste,” terang Luthfi. 
 
Bisnis illegal itu dikatakannya bahkan telah berlangsung selama tiga tahun ini. Para tersangka diduga mendapatkan motor bodong itu secara online kepada masyarakat dan membeli secara rental maupun gadai lesing. Kendaraan itu didapatkan hampir menyeluruh di Jawa Tengah. Bahkan ada satu tersangka yang bertugas mencari kendaraan.
 
Motor itu kemudian dibongkar di gudang tersebut untuk kemudian dimasukan kedalam container dan dikirim ke pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan dilengkapi dokumen untuk dikirim ke timur leste.
 
Selain sembilan orang yang telah diamankan, Kapolda juga menyebut kini tengah mendalami keterlibatan pihak lain di pelabuhan. Pihaknya juga tengah menyelidiki adanya oknum anggota kepolisian.
“Sementara ini ada oknum anggota. Karena pengiriman itu tak akan bisa dilakukan tanpa adanya dokumen dan surat-surat. Kami akan memberikan sanksi tegas bagi oknum yang terlibat. Sampai saat ini kami masih mendalami satu oknum,”tegasnya. 
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal 481 dan 480 KUHP junto Pasal 55 KUHP. Kapolda juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Pati terutama para penyidik dalam ungkap kasus ini.
 
“Berhati- hatilah pada jebakan sepeda motor atau mobil murah, Apabila masyarakat mengetahui hal tersebut segera melaporkan ke kantor kepolisian terdekat. Jangan mudah tertipu dan teriming-iming dengan harga murah, silahkan cek keaslian surat kendaraan ke Kantor Polisi,”imbuhnya.
 
Kapolda juga menegaskan jika calon penjual tidak bisa menunjukan surat BPKB dengan alasan di gadaikan atau apapun juga, maka masyarakat diminta batalkan transaksi jual beli. 
“Jangan coba-coba memiliki, membeli dan menggunakan SPM atau KBM Bodong, karena perbuatan pidana dan bisa di penjara 4 (empat) tahun Penjara,” tambahnya. ()

Editor: Mulyanto Ari Wibowo

Tags

Terkini

X