10 Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2021 Terpopuler, Sejarah Hari Sumpah Pemuda Perlu Anda Pahami

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:42 WIB
Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2021
Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2021

Suaramerdeka-Muria.com - Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Yuk, semarakkan Hari Sumpah Pemuda 2021 dengan memasang Twibbon menarik di profil akun media sosial (Medsos) Anda masing-masing.

Kami sematkan link download Twibbon trending atau paling populer Hari Sumpah Pemuda 2021 yang bisa Anda gunakan dengan mengklik tautannya di bagian bawah artikel ini setelah kita bahas sejarah singkat Hari Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Sudah Lupakan Kekalahan, Timnas Indonesia U23 Fokus Latihan Lagi, Matangkan Taktik vs Australia di Leg Kedua

Dilansir dari laman Museum Sumpah Pemuda Kemdikbud RI, sejarah singkat Hari Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut : 

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat. Sehingga menghasilkan Sumpah Pemuda.


RAPAT PERTAMA, GEDUNG KATHOLIEKE JONGENLINGEN BOND
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng. Dalam sambutannya, Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Jamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

RAPAT KEDUA, GEDUNG OOST-JAVA BIOSCOOP
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

RAPAT KETIGA, GEDUNG INDONESISCHE CLUBHUIS KRAMAT
Pada sesi berikutnya, Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

Lagi, Rembang Raih Penghargaan Kabupaten Kreatif

Rabu, 1 Desember 2021 | 08:25 WIB

Bupati Hartopo Raih Penghargaan Public Health Care

Jumat, 26 November 2021 | 09:04 WIB
X