Sejarah Lengkap Hari Santri, Resolusi Jihad Mengawali

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:03 WIB
Sejarah Hari Santri (Ft : Laman smkitaba.sch.id)
Sejarah Hari Santri (Ft : Laman smkitaba.sch.id)

Baca Juga: 10 Twibbon Trending Hari Santri 2021, Santri Siaga Jiwa Raga

 

Sebagaimana diketahui, setalah Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda di bawah pimpinan Jenderal Van Mook kembali ingin mengusai Indonesia.

Agresi militer pun dilancarkan demi merebut kembali Indonesia. NICA atau  Nederlands Indie Civil Administration ikut dalam rombongan tentara Sekutu yang saat itu berhasil mengalahkan Jepang dalam Perang Dunia II.

Perlawanan pun dilakukan rakyat Indonesia termasuk oleh para santri dan kyai. Salah satunya melalui resolusi jihad.

KH Hasyim Asy'ari bersama dengan ulama lainnya wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya pada 21- 22 Oktober 1945. Para ulama tersebut kemudian mendeklarasikan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai perang jihad.

Isi dari resolusi jihad tersebut menegaskan bahwa hukum membela tanah air adalah fardhu ain bagi setiap pemeluk agama Islam di Indonesia. 


Setelah resolusi jihad dicetuskan, para kiai membentuk barisan pasukan Sabilillah dipimpin KH Maskur. Dua pekan setelah resolusi jihad,  terjadilah pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dan kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Dikutip dari laman NU.or.id, berikut ini adalah isi dari resolusi jihad sebagaimana pernah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi No. 26 tahun ke-I, Jumat Legi, 26 Oktober 1945.

Salinannya di sini dengan menyesuaikan ejaan:

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Desa Kunir Jadi Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Selasa, 22 November 2022 | 18:19 WIB

Ketum PBNU Iringi Pemakaman Nyai Nafisah Sahal

Sabtu, 12 November 2022 | 18:41 WIB
X