Kisah Ibu Hamil di Kepulauan Karimunjawa, Ongkos Perjalanan Malah Lebih Mahal, Butuh USG dan Ambulans Laut

- Jumat, 10 September 2021 | 21:40 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan ibu-ibu hamil di Pulau Karimunjawa, Jumat 10 September 2021. (suaramerdeka.com/Septima Nafiyanti)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan ibu-ibu hamil di Pulau Karimunjawa, Jumat 10 September 2021. (suaramerdeka.com/Septima Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka-muria.com- Ini kisah tentang ibu-ibu yang sedang hamil di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepulauan Karimunjawa terletak di laut utara Jawa.

Suyati (33), ibu hamil di Dukuh Kapuran, Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa merasa was-was.

Di usia kandungan 28 minggu, ia belum tahu secara utuh kondisi janin yang dia kandung.

Bidan yang menanganinya sudah menyarankan, kehamilan keempatnya itu untuk dicek Ultrasonografi  (USG) di rumah sakit.

Namun, belum terealisasi karena untuk USG, ia harus menyeberang ke Jepara dengan biaya yang tinggi.


Berada di salah satu pulau terluar dari wilayah Kabupaten Jepara dan Provinsi Jawa Tengah, penduduk kepulauan Karimunjawa belum merasakan fasilitas seperti di wilayah lainnya. Termasuk para ibu hamil di sana.


Fasilitas pemeriksaan kehamilan di pulau ini sangat terbatas. Puskesmas Karimunjawa menjadi satu-satunya fasilitas paling besar di kepulauan ini. Itupun layanan pemeriksaan bagi ibu hamil hanya bergantung pada alat pendengar detak jantung atau Doppler.


Suyati menceritakan dukanya saat tidak ada fasilitas kesehatan dan cek kehamilan yang memadai di pulau ini.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X