Belasan Lapak Pedagang Di Kota Pusaka Lasem Dipindahkan. Melanggar Aturan?

- Senin, 27 Maret 2023 | 20:44 WIB
Aparat Satpol PP memindahkan lapak pedagang di Kota Pusaka Lasem Karangturi Senin (27/3/2023) (Mulyanto Ari Wibowo)
Aparat Satpol PP memindahkan lapak pedagang di Kota Pusaka Lasem Karangturi Senin (27/3/2023) (Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, muria.suaramerdeka.com - Belasan lapak pedagang yang berada di Kota Pusaka Lasem Desa Karangturi dipindahkan oleh aparat Satpol PP dan tim gabungan Senin (27/3/2023).

Belasan lapak pedagang itu dinilai melanggar larangan berjualan di kawasan Kota Pusaka Lasem.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang, Sulistyono mengaku sempat terjadi diskusi antara aparat dengan pemilik dan warga.

Pasalnya warga berharap selama bulan Ramadan bisa berjualan di sepanjang jalan Kota Pusaka Lasem Karangturi.

''Meski sempat ada pro dan kontra, kami tetap memindahkan belasan lapak pedagang di Desa Karangturi dari area larangan berdagang,'' kata dia.

 

Baca Juga: Jadwal Pengajian Ramadan Lengkap di Lasem. Masyarakat Umum Bisa Hadir.

Dia menerangkan sesuai rapat di ruang Asisten II Pemkab Rembang, lokasi yang digunakan pedagang itu merupakan daerah larangan untuk berjualan.

''Solusinya bila ingin berjualan selama bulan Ramadan di daerah itu harus memiliki ijin dari pihak yang berwenang. Dalam hal ini Bupati Rembang cq Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM,'' jelas dia.

Dia menerangkan pihak desa baru mengajukan ijin pada hari Jumat pekan lalu.

''Apakah nanti ada kebijakan dari pimpinan, apakah diijinkan atau tidak, kami mengikuti kebijakan selanjutnya,'' terang Kasatpol PP Kabupaten Rembang.

Baca Juga: Jaga Tradisi Pesantren, Ponpes Kauman Karangturi Lasem Gelar Musabaqoh Ilmiyah

Dia menyebut daerah yang digunakan belasan pedagang Karangturi hanya bergeser 50-100 meter dari lokasi awal.

''Lokasi yang dilarang itu yang dibangun oleh Kementerian PUPR yang ada lampu-lampu. Lapak kami geser ke gang Desa Karangturi yang berjarak 50 - 100 meter,'' jelas dia.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Terkini

X