PTM Terbatas Dimulai, Sekolah Wajib Siapkan Satgas Khusus

- Senin, 30 Agustus 2021 | 08:42 WIB
Siswa SD 1 Jepang menerapkan protokol kesehatan ketat saat simulasi PTM. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Siswa SD 1 Jepang menerapkan protokol kesehatan ketat saat simulasi PTM. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com - Setelah simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) sukses digelar, pekan ini Pemerintah Kabupaten Kudus akan memulai proses pembelajaran secara langsung secara terbatas. Penerapan pembelajaran tatap muka secara terbatas harus mempedomani protokol kesehatan dan dipantau satuan tugas pada masing-masing sekolah.

Bupati Kudus Hartopo keberadaan satuan tugas untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Bagaimanapun, status pandemi Covid 19 hingga saat sekarang masih berlaku.

''Satgas harus memantau pelaksanaan protokol kesehatan diterapkan dengan baik,'' katanya.

Dia mencontohkan untuk pemakaian jenis masker. Masker jenis scuba sebaiknya tidak digunakan, karena kurang dapat memfilter udara di sekitarnya secara maksimal.

BACA JUGA : BOR Covid 3 Persen, RSUD Kudus Tutup 6 Ruang Isolasi

Terpisah, Kadisikpora, Herjuna Widada, menyatakan sebelum memulai pembelajaran tatap muka secara terbatas, berbagai langkah dilakukan. Salah satunya dengan menggelar vaksinasi kepada pendidik.

''Kami memantau kondisi pembelajaran tatap muka yang digelar di kabupaten tetangga,'' ujarnya.

Setelah segala sesuatunya dianggap siap, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Hasilnya disepakati pembelajaran tatap muka terbatas digelar pekan ini. Total jumlah SMP yang menggelar pembelajaran tatap muka sebanyak 50 lokasi, sedangkan SD mencapai 390 lokasi.

''Semua masih dalam kondisi terbatas karena masih dalam kondisi pandemi,'' ujarnya.

Pengaturan berapa siswa yang dilibatkan dalam pembelajaran tatap muka tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Namun, dia mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan dengan baik.

Kepala Sekolah SD 1 Jepang, Kecamatan Mejobo, Ngatono, mengaku bersyukur akhirnya pembelajaran tatap muka digelar. Sekitar satu tahun lamanya murid-murid belajar secara daring di rumah.

''Kami akan menerapkan protokol kesehatan ketat saat proses belajar mengajar,'' tandasnya.

 

Halaman:
1
2

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemodal Tiongkok Minati Investasi Biogas di Kudus

Senin, 24 Januari 2022 | 06:55 WIB

Polisi Sikat Pelaku Judi Online di Kudus

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:55 WIB

Kebakaran di Pasar Kliwon, Kantor BRI Unit Kota Ludes

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:23 WIB

Hanura Perintahkan Kader Hadir di Tengah Masyarakat

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:20 WIB
X