51 Warga Kudus Meninggal Positif Covid-19 dalam Sehari, Ini Penyebabnya

- Jumat, 20 Agustus 2021 | 14:58 WIB
Petugas pemulasaran jenazah RSU dr Loekmonohadi mengirimkan peti jenazah pasien Covid-19. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Petugas pemulasaran jenazah RSU dr Loekmonohadi mengirimkan peti jenazah pasien Covid-19. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

“Angka CFR di Kabupaten Kudus memang cukup tinggi. Jauh di atas angka nasional yang sekitar 2 persen. Namun di sisi lain angka kasus aktif di Kabupaten Kudus terus menurun,” katanya.

Hanya saja, kata Badai, pihaknya tetap menginput data itu untuk menjamin transparansi data Covid-19 di Kabupaten Kudus. Penginputan data itu sekaligus membantah adanya dugaan anggapan warga yang “di-Covid” kan.

“Kami melaporkan data setelah hasil PCR keluar. Meski hasil keluar terlambat, tetap kami input di aplikasi Corona Jateng. Jadi tidak ada istilah di-Covidkan. Semua berdasarkan hasil tes PCR,” katanya.

Atas kejadian ini, Dinkes akan melakukan evaluasi pendataan di tingkat hilir. Ia berharap hasil tes PCR pasien segera keluar sehingga publikasi data Covid-19 di Kabupaten bisa realtime. “Ke depan akan kami evaluasi agar tidak ada delay lagi seperti ini,” katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB

Momen Hari Pahlawan, Bupati Hartopo Ingatkan Persatuan

Sabtu, 12 November 2022 | 06:39 WIB

Di Kudus, 391 Orang Telah Daftar Seleksi PPPK Guru

Sabtu, 12 November 2022 | 06:33 WIB
X