Wisata Religi Sunan Muria Ramai Peziarah, PKL Minta Kelonggaran

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 14:44 WIB
Ketua DPRD Kudus Masan (kanan) menyerahkan bantuan paket sembako dari program CSR BNI untuk PKL di kompleks wisata religi Sunan Muria, Selasa (17/8). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Ketua DPRD Kudus Masan (kanan) menyerahkan bantuan paket sembako dari program CSR BNI untuk PKL di kompleks wisata religi Sunan Muria, Selasa (17/8). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Obyek wisata religi Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mulai ramai dikunjungi peziarah. Meski terminal wisata masih ditutup, bus wisata maupun kendaraan pribadi memanfaatkan bahu jalan untuk parkir.

Portal retribusi wisatawan milik Pemkab Kudus juga belum beroperasi. Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan wisata religi Sunan Muria berharap adanya kelonggaran untuk usaha pariwisata selama penerapan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Kudus.

Ketua PKL Yayasan Sunan Muria Sutarno menturkan, peziarah memang mulai berdatangan sepekan terakhir. Hal ini membuat warga yang berjualan mulai bisa membuka usahanya. “Meski sudah ada peziarah, kondisinya belum seramai dulu. Pendapatan kami masih terbatas,” katanya saat menerima bantuan paket sembako dari BNI di Graha Muria, Selasa (17/8).

Hadir pada penyaluran bantuan tersebut Ketua DPRD Kudus Masan, Ketua Fraksi Partai Nasdem Muhtamat, dan Pimpinan Bidang Bisnis BNI Cabang Kudus Dewi Ichmawati.

BACA JUGA : PKL Kudus Suarakan 11 Tuntutan Kelonggaran PPKM, dari Penyekatan Jalan hingga Bansos

Sutarno menambahkan, bantuan ini sangat membantu para PKL yang nyaris tidak memiliki pendapatan sejak angka Covid-19 kembali naik. “Kami berterima kasih atas bantuan paket sembako ini. Kami berharap ada kebijakan yang lebih longgar untuk wisata religi,” katanya.

Pimpinan Bidang Bisnis BNI Cabang Kudus Dewi Ichmawati mengatakan, bantuan sebanyak 200 paket sembako ini dikucurkan melalui program CSR BNI.

“Bantuan paket sembako ini diberikan kepada warga terdampak Covid-19. Di Colo ini misalnya, praktis PKL tidak bisa berjualan sebulan terakhir. BNI sebelumnya juga telah memberikan bantuan prasarana untuk isolasi mandiri, sekaligus bank penyalur bansos,” katanya.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, bantuan melalui CSR perusahaan menjadi bentuk solidaritas dan kegotongroyongan dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Ke depan, ia berharap semakin banyak pihak swasta yang mengalokasikan anggaran untuk membantu penanganan dampak Covid-19.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB

Momen Hari Pahlawan, Bupati Hartopo Ingatkan Persatuan

Sabtu, 12 November 2022 | 06:39 WIB

Di Kudus, 391 Orang Telah Daftar Seleksi PPPK Guru

Sabtu, 12 November 2022 | 06:33 WIB
X