Calon TKI Minta Vaksinasi Pfizer, DKK Tak Punya Stok

- Sabtu, 14 Agustus 2021 | 10:05 WIB
Vaksinasi massal yang dilakukan salah satu perusahaan di Kecamatan Jekulo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)
Vaksinasi massal yang dilakukan salah satu perusahaan di Kecamatan Jekulo, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Anton WH)

KUDUS, suaramerdeka-muria.com - Permintaan vaksinasi tidak hanya datang dari warga yang berdiam di Kota Keretek saja. Mereka yang akan merantau ke luar negeri juga membutuhkan vaksinasi. Baru-baru ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus mendapat permintaan vaksinasi Pfizer dosis 2 dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kasi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aniq Fuad, ketika dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut. Permintaan belum dapat dipenuhi karena DKK Kudus tidak memiliki stok vaksin jenis tersebut.

''Calon TKI tersebut akan pergi ke Arab Saudi dan Malaysia,'' katanya.

Saat berada di luar negeri, mereka mendapatkan vaksin dosis 1 jenis Pfizer. Saat pulang ke Kudus, mereka meminta jenis vaksin seperti yang diterima di luar negeri.

''Karena di sini (DKK Kudus) tidak ada vaksin jenis tersebut, kami tidak dapat memberikan suntikan vaksin,'' ujarnya.

BACA JUGA : Percepat Sekolah Tatap Muka, KPSG Vaksinasi Seribu Remaja

Setelah menerima jawaban tidak ada vaksin seperti di luar negeri, mereka meminta disuntik jenis Astrazeneca untuk dosis 2. Permohonan tidak dikabulkan karena dalam pedoman vaksinasi covid Kementerian Kesehatan RI, penyuntikan vaksin dosis 1 dan 2 harus menggunakan jenis vaksin yang sama.

Calon TKI tersebut bercerita teman-temannya melakukan hal serupa. Artinya, vaksinasi pertama dan kedua jenisnya berbeda. Pihaknya memastikan tetap mempedomani aturan yang ditetapkan pemerintah.

Hingga kemarin, vaksin jenis Pfizer belum masuk ke Kudus. Jenis vaksin yang sudah masuk ke Kota Keretek yakni Sinovac, Astrazeneca, Shinopharm dan Moderna.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X