Lewati Batas tapi Progres Baru 23 Persen, Proyek Molor di Rembang Kembali Dapat Tambahan Waktu 30 Hari

- Minggu, 22 Januari 2023 | 17:08 WIB
Rekanan pengerja proyek Jalan Banyudono-Pengkol melakukan pengecoran talud pada 10 Januari 2023 lalu. (suaramerdeka-muria.com/DPUTARU Rembang)
Rekanan pengerja proyek Jalan Banyudono-Pengkol melakukan pengecoran talud pada 10 Januari 2023 lalu. (suaramerdeka-muria.com/DPUTARU Rembang)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Pengerjaan proyek 2022 yang penyelesaiannya molor hingga melewati 2023 kembali menjadi perhatian publik.

Kali ini, rekanan pengerja Jalan Banyudono-Pengkol yang merupakan proyek anggaran 2022 kembali mendapatkan ‘bonus’ perpanjangan waktu pengerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Rembang.

Kontrak proyek tersebut sejatinya berakhir sejak 26 November 2022 lalu. Namun, oleh DPUTARU rekanan diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kekurangan pekerjaan selama 50 hari kalender.

Setelah masa 50 hari kalender berakhir, ternyata proyek tersebut masih juga belum selesai.

Progres terkini proyek tersebut yang disampaikan DPUTARU Rembang kepada Suara Merdeka adalah sekira 23 persen.

Kabid Bina Marga DPUTARU Rembang, Nugroho menyatakan, rekanan proyek Jalan Banyudono-Pengkol diberikan kesempatan kedua untuk menyelesaikan pekerjaan selama 30 hari kalender.

Per Minggu (22/1), total kesempatan waktu yang sudah diterima oleh rekanan pengerja proyek tersebut adalah 57 hari dengan progres hanya 23 persen.

Baca Juga: Duka Minggu Pagi, Pembonceng Vario Tewas Jadi Korban Tabrak Lari Truk di Jatirogo

Baca Juga: Lanjutan Sidak Dewan, Proyek Perpanjangan Waktu di Rembang Disebut Asal dan Semrawut

Pada 26 Desember 2022 lalu, progres proyek tersebut adalah 14,38 persen. Artinya, sejak saat itu hingga sekarang progres proyek hanya bertambah kurang dari 10 persen.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

50 Universitas Ikuti Pameran Pendidikan di Rembang

Selasa, 17 Januari 2023 | 21:04 WIB
X