Produsen di Kudus Buat Rokok Daun Talas Gantikan Tembakau, Tembus Pasar Luar Jawa

- Minggu, 15 Januari 2023 | 22:55 WIB
Ulwan Hakim (kanan) bersama pekerjanya menyortir daun talas yang akan diolah menjadi produk sigaret kretek tangan, Minggu (15/1).  (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Ulwan Hakim (kanan) bersama pekerjanya menyortir daun talas yang akan diolah menjadi produk sigaret kretek tangan, Minggu (15/1). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

Kudus,suaramerdeka-muria.com – Kenaikan tarif cukai ditambah kebijakan pembatasan produk tembakau membuat seorang produsen rokok di Kabupaten Kudus berinovasi membuat rokok nontembakau. daun talas menjadi pilihan bahan pengganti tembakau.

Produsen rokok daun talas di Kudus Ulwan Hakim mengatakan, kretek produknya sama sekali tidak menggunakan bahan baku tembakau.

Ditemui di gudang miliknya di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Minggu (15/1) Ulwan mengatakan, ide membuat kretek daun talas berawal dari ketika ia membaca berita ekspor daun talas yang terus meningkat ke Australia dan Amerika.

Baca Juga: Larangan Penjualan Rokok Ketengan, Industri : Jangan Campuri Privasi Rakyat

“Dari informasi yang saya baca ternyata disana daun talas digunakan sebagai pengganti tembakau. Dari sini lah kemudian muncul ide mengapa saya tidak membuat rokok daun talas dan pasarkan disini,” katanya.

Setelah enam bulan riset, Ulwan yang juga anggota DPRD Kudus itu mengaku akhirnya mendapatkan racikan yang pas untuk produk kreteknya. Selain daun talas, rokok racikannya diolah dari berbagai macam rempah Indonesia.

“Produk ini nol persen tembakau dan nikotin. Saya sendiri masih bingung kemana mengurus perizinannya. Saya ke Bea Cukai mereka mengatakan produk nontembakau bukan kewenangannya. Ke dinas terkait juga sama mereka masih kebingungan,” katanya.

Ulwan juga berkonsultasi ke BPPOM terkait produk inovasinya. Atas masukan banyak pihak, ia pun akhirnya mulai mengedarkan produk rokok daun talas sejak sepekan terakhir. “Produk ini kami pasarkan di wilayah Jawa dan Sumatera. Meski non tembakau, produk ini rencananya tetap akan saya lab kan di laboratorium KIHT Kudus,” katanya.

rokok bukan barang baru bagi Ulwan. Pada awal 2000-an, Ia pernah bergelut dengan usaha produksi rokok di Kudus. Usahanya tutup ketika pajak terkait produk tembakau terus naik. Ia pun akhirnya menutup usahanya dan banting setir menekuni usaha lainnya.

Kini, Ulwan kembali menggeluti lagi usaha itu setelah mendapat bahan baku daun talas kering dari wilayah Jawa Barat. Sebanyak 17 rempah yang ia gunakan pun mudah didapat di Indonesia.

“Karena ini termasuk produk nontembakau, rokok daun talas ini pun tidak kena cukai. Karena itu kami bisa menekan harga harga jual  di pasaran,” katanya.

Ulwan yakin produknya akan semakin diterima pasar. Terlebih testimoni para pelanggan yang ia terima menunjukkan respons positif. daun talas dan aneka rempah juga diyakani berkhasiat untuk kesehatan.

Ia berharap usaha rokok daun talas ini mendapat pendampingan dari Pemerintah. Terutama kemudahan regulasi perizinan. Menurut Ulwan, usaha ini termasuk usaha kreatif yang mampu menyedot banyak tenaga kerja.

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gerakan Santri Menulis Mengasah Bakat Terpendam

Kamis, 30 Maret 2023 | 04:31 WIB

Polisi Gelar Rekonstruksi Pertikaian Warga di Dawe

Selasa, 28 Maret 2023 | 02:39 WIB

Kudus Berambisi Boyong Adipura Kencana Tahun 2025

Minggu, 26 Maret 2023 | 17:26 WIB
X