Progres Revitalisasi Pasar di Rembang : Lasem Paling Parah, Sudah Lewat Kontrak tapi Pekerjaan Belum Selesai

- Jumat, 9 Desember 2022 | 07:53 WIB
Pembangunan Pasar Lasem molor dari batas akhir kontrak yang seharunya selesai pada 6 Desember 2022. (suaramerdeka-muria.com/Dindagkop UKM Rembang)
Pembangunan Pasar Lasem molor dari batas akhir kontrak yang seharunya selesai pada 6 Desember 2022. (suaramerdeka-muria.com/Dindagkop UKM Rembang)

REMBANG, suaramerdeka-muria.com – Proses revitalisasi tiga pasat tradisional di Kabupaten Rembang tahun ini masih berlangsung.

Dari tiga pasar tersebut, progres revitalisasi Pasar Lasem termasuk yang paling molor.

Informasi yang disampaikan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop dan UKM) Kabupaten Rembang, pasar tersebut sudah melewati batas kontrak yang ditentukan.

Menurut Kepala Dindagkop dan UKM Rembang, M. Mahfudz semestinya proyek tersebut harus sudah selesai pada 6 Desember 2022 lalu.

Namun, hingga saat ini proyek masih dikerjakan oleh rekanan.

Mahfudz mengungkapkan, atas keterlambatan pengerjaan rekanan proyek Pasar Lasem dikenai denda.

Denda yang diterapkan adalah 1/1.000 kali nilai kontrak.

Mengacu pada LPSE Rembang, nilai kontrak paket pengerjaan penataan los Pasar Ikan Lasem adalah Rp 696.963.000.

Baca Juga: Launching Pemasaran Batik Lasem Gaya Baru, Gunakan Ruang Virtual Tiga Dimensi

Baca Juga: Ini Penyebab Timnas Indonesia Tanpa Uji Coba Jelang Piala AFF, Tapi Tetap Optimistis Juara : Anda Yakin?

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X