Seekor Tikus Dihargai Seribu Rupiah, Warga Antusias Lakukan Perburuan

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 22:00 WIB
Sejumlah warga mengumpulkan tikus yang berhasil ditangkapnya dalam pembasmian hama tikus di Desa Medalem, Kabupaten Blora, Kamis 5 Agustus 2021. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)
Sejumlah warga mengumpulkan tikus yang berhasil ditangkapnya dalam pembasmian hama tikus di Desa Medalem, Kabupaten Blora, Kamis 5 Agustus 2021. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)

Blora,suaramerdeka-muria.com,- Pembasmian Tikus memakai jebakan kawat yang dialiri listrik di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah memakan banyak korban nyawa.

Cara itupun sudah seharusnya ditinggalkan. 

Di Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora, ada cara lain membasmi hama Tikus itu. Yakni, dengan sistem gropyokan yang melibatkan banyak warga.

Dengan cara itu selain minim risiko, ternyata juga bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat.

Baca Juga: Dugaan Peretasan Lelang Gedung IBS, Pemkab Kudus Resmi Lapor Polisi dan Kejaksaan

 

Hal itu lantaran Tikus-Tikus hasil gropyokan warga dibeli oleh pemerintahan desa setempat.

‘’Per ekor Tikus kita hargai Rp 1.000,’’ ungkap  Kepala Desa Medalem, Anik Juwarti, Kamis 5 Agustus 2021. 

Dia menyatakan, Tikus hasil gropyokan warga yang telah dibeli itu selanjutnya dibuang setelah mati.

Kapolsek Kradenan, AKP Lilik Eko Sukaryono,SH,MH, mengapresiasi ide kreatif di Desa Medalem itu.

Baca Juga: Protes PPKM Dengan Cara Berbikini di Jalan, Dinar Candy Ditangkap Polisi, Nikita Mirzani Setia Menemani

 

Menurutnya, memasang aliran listrik di sawah untuk membasmi hama Tikus, bisa membahayakan nyawa orang. Sementara di Medalem mempunyai ide lain, yakni dengan cara gropyokan.

‘’Dan lagi, memang benar Tikus-Tikus hasil gropyokan warga itu dibeli desa dengan harga Rp 1.000 per ekornya,’’ jelas Kapolsek Lilik.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Suami Yeni Inka Naik Pangkat

Selasa, 3 Januari 2023 | 13:51 WIB
X