UMK Pati 2023 Direkomendasikan Naik, Jadi Rp 2,1 Juta

- Rabu, 30 November 2022 | 07:50 WIB
Kepala Disnaker Pati Bambang Agus Yunianto saat memberi keterangan kepada awak media kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Kepala Disnaker Pati Bambang Agus Yunianto saat memberi keterangan kepada awak media kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka-muria.com – Dewan pengupahan Kabupaten Pati akhirnya menggelar rapat untuk penentuan usulan rekomendasi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati tahun 2023 kemarin. Hasilnya, usulan rekomendasi itu memunculkan angka Rp 2.107.697.

Kepala Disnaker Pati Bambang Agus Yunianto mengatakan, usulan itu telah diteken oleh Pj Bupati untuk kemudian dikirim ke Provinsi. Barulah kemudian ditetapkan. Penetapan itu rencananya akan diumumkan pada 7 Desember mendatang.

“Jadi kalau saat ini baru usulan rekomendasi, belum penetapan. Usulan penetapannya naik sebesar Rp 139.358,4 atau naik 7,08 persen dari UMK tahun 2022 ini yang hanya sebesar Rp 1.968.339,04,” terangnya.

Dia mengatakan, dalam rapat dewan pengupahan itu sempat alot. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) awalnya ingin menggunakan Peraturan pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021. Sementara itu juga ada aturan terkait Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) nomor 18 tahun 2022.

“Awalnya Apindo bersikukuh dengan PP nomor 36, tapi kami menggunakan dasar Permenaker nomor 18 tahun 2022 pasal 2 ayat 2,” katanya.

Baca Juga: Sebulan, Warga Desa di Pati Ini Lima Kali Diterjang Banjir Bandang, Jalan Terendam Lumpur 30 Cm

Baca Juga: Viral!Jalan Sukolilo Prawoto Hancur Setelah Diterjang Banjir Bandang

Baca Juga: Skema 16 Besar Piala Dunia 2022 : Belanda Urung Jumpa Inggris di Babak 16 Besar

Alhasil, Apindo menyetujui Permenaker itu namun menghendaki penggunaan alfa 0,1. Itupun kembali dinegosiasi dengan menggunakan alfa 0,2. Kealotan pun kembali terjadi lantaran buruh ganti bersikukuh menggunakan alfa 0,3. Lantaran tak mendapatkan titik temu akhirnya diputuskan dengan voting.

“ Hasilnya diputuskan dengan voting 8:3 dengan tetap menggunakan alfa 0,2. Kami kira ini yang terbaik. Karena ketika menggunakan alfa 0,3 pun selisihnya tidak besar. Belum lagi usulan rekomendasinya mengalami kenaikan lebih besar bila dibandingkan kenaikan UMK tahun 2021 ke tahun ini,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X