Sebulan, Warga Desa di Pati Ini Lima Kali Diterjang Banjir Bandang, Jalan Terendam Lumpur 30 Cm

- Rabu, 30 November 2022 | 07:33 WIB
Sejumlah warga tampak membersihkan lumpur di jalan penghubung Desa Angkatan Kidul dengan Sinomwidodo, kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah warga tampak membersihkan lumpur di jalan penghubung Desa Angkatan Kidul dengan Sinomwidodo, kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)


PATI, suaramerdeka-muria.com – Warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo mengeluh lantaran banjir bandang yang terjadi Senin (28/11) petang kemarin. Apalagi, banjir bandang itu sudah lima kali dirasakan warga setempat hanya dalam waktu sebulan terakhir ini.

Meski cepat surut, namun warga tetap merasakan dampak kesulitan akibat imbas dari terjangan air bah tersebut. Seperti Selasa (29/11) kemarin, pasca banjir bandang dari Pegunungan Kendeng itu membuat lumpur tebal menumpuk di jalan desa. Lumpur di jalan penghubung Desa Angkatan Kidul dengan Sinomwidodo setebal 30 sentimeter.

Tak ayal lumpur itu cukup menganggu aktivitas warga. Apalagi lumpur membuat laju kendaraan menjadi sulit. Kendaraan harus berjalan pelan lantaran membahayakan pengguna jalan.

Selain di jalan lumpur juga menumpuk di halaman rumah warga. Kemarin, sejumlah warga pun tampak berupaya membersihkan tumpukan tebal tersebut dengan alat seadanya.

Sojo, seorang warga setempat mengatakan, banjir bandang memang cukup sering terjadi di desanya. Dalam sebulan ini dia menyebut sudah kebanjiran lima kali. Disinyalir banjir karena kiriman dari Pegunungan Kendeng yang kondisinya kini memprihatinkan.

Baca Juga: Viral!Jalan Sukolilo Prawoto Hancur Setelah Diterjang Banjir Bandang

Baca Juga: Skema 16 Besar Piala Dunia 2022 : Belanda Urung Jumpa Inggris di Babak 16 Besar

“Banjir sepertinya dari Sungai Sinom Ledokan. Kalau di atas hujan deras pasti banjir. Karena di atas hutan gundul tidak ada pohon. Maka dari itu kalau hujan langsung banjir,” keluhnya kemarin.

Sementara itu, Suparto, Ketua RT 06 RW 2, Desa Sinomwidodo menyebutkan jika setidaknya ada 23 rumah yang sering kebanjiran di wilayahnya. Dia mengeluhkan karena banjir juga seringkali membuat lumpur.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi pada Senin (28/11) mulai terlihat pukul 18.00. Saat itu banjir terjadi sekitar dua jam. Ketinggian air mencapai antara 40 hingga 50 sentimeter.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X