Regulasi Pelestarian Pemajuan Kebudayaan di Desa Dinilai Penting

- Selasa, 29 November 2022 | 14:59 WIB
Sejumlah warga tampak mengikuti diskusi Urun Rembug Rencana Strategis Penguatan Kebudayaan Desa Sukolilo yang difasilitasi oleh Kemdikbudristek. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah warga tampak mengikuti diskusi Urun Rembug Rencana Strategis Penguatan Kebudayaan Desa Sukolilo yang difasilitasi oleh Kemdikbudristek. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)


PATI, suaramerdeka-muria.com – Keberadaan regulasi di tingkat desa untuk landasan pelestarian dan pemajuan kebudayaan dinilai begitu penting. Terlebih untuk Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo yang memiliki tradisi Meron dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB).

Hal itu diungkapkan Paryanto, sekretaris Dispermades Kabupaten Pati dalam diskusi Urun Rembug Rencana Strategis Penguatan Kebudayaan Desa Sukolilo yang difasilitasi oleh Kemdikbudristek kemarin.

Paryanto menyebut, regulasi itu bisa berupa peraturan desa (Perdes). Aturan itulah yang nantinya menjadi dasar pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Desa Sukolilo untuk memiliki kekuatan hukum.

“Perdes Pemajuan Kebudayaan Desa ini akan menjadi pijakan dalam upaya untuk pemajuan kebudayaan sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan Indonesia,” terangnya.

BRM Bambang Irawan, akademisi Universitas Sebelas Maret Surakarta yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut melihat besarnya potensi pada tradisi Meron. Dia pun memberikan referensi pelaksanaan tradisi Sekaten di Solo.

“Kebudayaan akan terus berkembang, pun begitu dengan Meron yang ada di Desa Sukolilo. Tradisi itu bisa dikembangkan lebih baik dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Baca Juga: Pasar Kreatif Lasem Masih Sepi, Baru 47 Pedagang yang Beroperasi

Baca Juga: Daftar Tim Lolos Kualifikasi Sepak Bola Porprov Jateng 2023 : Hanya 6 Tim, Kabupaten Kamu Ada Gak?

Selain serasehan, dalam kegiatan itu juga dilakukan launching buku yang merupakan hasil dari temu kenali serta observasi data di Desa Sukolilo. Buku itu kemudian diberi judul Ragam Kebudayaan Desa Sukolilo dan Meronce Sejarah Tradisi Meron.

Buku Ragam Kebudayaan Desa Sukolilo, menurut Akhamd Bukhori Masruri sebagai ketua tim penulis buku berisi tentang hasil pendataan objek pemajuan kebudayaan desa yang ada di Desa Sukolilo.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X