Artsotika Muria Digelar di Japan, Bawa Pesan Lingkungan dan Budaya

- Kamis, 24 November 2022 | 21:36 WIB
Sejumlah pegiat seni saat membuat mural sebagai salah satu rangkaian kegiatan Artsotika Muria yang bakal digelar di Desa Japan, Kecamatan Dawe mulai Jumat (25/11) ini. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah pegiat seni saat membuat mural sebagai salah satu rangkaian kegiatan Artsotika Muria yang bakal digelar di Desa Japan, Kecamatan Dawe mulai Jumat (25/11) ini. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

KUDUS, suaramerdeka-muria.com – Artsotika Muria bakal kembali digelar. Kali ini gelaran keempat itu akan dipusatkan di Desa Japan, Kecamatan Dawe mulai Jumat (25/11) hingga Minggu (27/11) mendatang.

Dalam kegiatan kali ini, Artsotika Muria akan mengusung tema “Ngreksa Bumi Banyu Mili”. Tema itu membawa pesan pentingnya menjaga lingkungan terlebih mata air.

Artsotika Muria sendiri merupakan acara rutin tahunan yang melibatkan para aktivis lingkungan, seniman, budayawan, akademisi, serta masyarakat desa di seputar kawasan hutan Muria. Baik dari Kabupaten Kudus, Jepara maupun Pati.

Gelaran di Desa Japan ini sendiri merupakan Artsotika Muria putaran keempat. Awalnya dimulai di Desa Menawan dan Desa Jurang, Kudus pada Nopember 2019. Sementara tahun kedua digelar di Desa Pangonan, Kecamatan Tlogowungu, Pati pada 2020. Sedangkan di tahun ketiga digelar di Desa Batealit, Jepara pada 2021.

Baca Juga: Titik Kerusakan Jalan Kudus–Purwodadi Makin Bertambah

Baca Juga: Antisipasi Hoaks, IJTI Muria Raya Gelar Pelatihan Jurnalistik

Baca Juga: Usulan Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2023 di Rembang Belum Diputuskan

“Artsotika Muria selama ini merupakan kegiatan swadaya dari para relawan. Di mana sama-sama memiliki tujuan bersama-sama menjaga tanah muria beserta kebudayaannya,”terang Dian puspitasari, ketua Artsotika Muria.

Uniknya kegiatan itu digelar secara swadaya baik dari masyarakat setempat maupun para relawan. Baik dari pengisinya maupun sumber pendanaan serta uborampenya. Warga dan relawan bahkan bergotong royong dalam pelaksanaan kegiatan itu.

“Hakekatnya, Artsotika Muria adalah kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Baik seniman, budayawan, akademisi, aktivis lingkungan dari Kudus, Pati, Jepara dengan warga tempat berlangsungnya Artsotika Muria,”tambahnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X