Antisipasi Hoaks, IJTI Muria Raya Gelar Pelatihan Jurnalistik

- Kamis, 24 November 2022 | 21:24 WIB
Sejumlah pelajar saat mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)
Sejumlah pelajar saat mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya kemarin. (suaramerdeka-muria.com/Beni Dewa)

KUDUS, suaramerdeka-muria.com – Maraknya informasi palsu atau hoaks menjadi keprihatinan tersendiri bagi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya. Sebagai upaya antisipasi membendung hoaks, mereka pun menggelar pelatihan jurnalistik bagi pelajar dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus.

Pelatihan itu dilakukan di kawasan wisata Pijar Park kemarin. Total ada 70 peserta dari pelajar baik siswa SMA, SMK, maupun Madrasah Aliyah (MA) serta 30 peserta dari OPD.

Ihwan Miftakhudin, Ketua IJTI Muria Raya mengatakan,pelatihan itu sengaja digelar agar masyarakat lebih memahami terhadap informasi yang banyak beredar sekarang ini.

“Apalagi saat ini banjir informasi. Hal itu sering membuat masyarakat menjadi lebih sulit membedakan mana yang benar maupun berita hoaks,” terangnya.

Pelatihan itu juga dilakukan dengan harapan masyarakat bisa lebih memahami cara kerja para jurnalis yang mengikuti kode etik jurnalistik. Dimana tekhnik dasar informasi haruslah yang actual dan dilakukan dengan kompeten.

Baca Juga: Usulan Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2023 di Rembang Belum Diputuskan

Baca Juga: KPU Umumkan Lima Dapil Pemilihan DPRD 2024 : Ini pembagian Wilayahnya

“Saat ini tantangan media mainstream memang begitu banyak. Diantaranya yakni menjadi pembersih informasi yang salah dimana saat ini banyak beredar di media sosial,” ujarnya.

Dia mengakui jika terkadang ada beberapa informasi yang menunjukkan gambar mengerikan namun keterangan gambar menunjukan kejadian yang lain.Oleh karena itulah ada kode etik dimana dalam pengambilan gambar yang disajikan, harus sesuai dengan fakta.

“Jadi masyarakat diharapkan memahami kalau menampilkan gambar sesuai dengan realita, jangan gambar lama tahun-tahun lalu ataupun gambar yang berbeda dengan kejadian aslinya,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X