6 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kudus Didominasi Bidang Kesehatan

- Kamis, 24 November 2022 | 15:59 WIB
Peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kabupaten Kudus mengikuti seleksi presentasi dan wawnacara di depan juri di ruang Command Center Pemkab Kudus, Kamis (24/11).  (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)
Peserta Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kabupaten Kudus mengikuti seleksi presentasi dan wawnacara di depan juri di ruang Command Center Pemkab Kudus, Kamis (24/11). (suaramerdeka-muria.com/Saiful Annas)

KUDUS,suaramerdeka-muria.com – Enam besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang digelar Pemkab Kudus didominasi inovasi di bidang pelayanan kesehatan. Ini terlihat pada seleksi presentasi dan wawancara enam besar KIPP yang digelar Bagian Organisasi Kepegawaian Pemkab Kudus, Kamis (24/11).

Keenam inovator mengikuti tahap presentasi dan wawancara di ruang Command Center di kompleks pendapa Kabupaten Kudus.

Asisten Administrasi Sekda Kudus Masut mengatakan, keenam inovator ini merupakan hasil seleksi dari total 32 peserta yang mengirimkan proposal inovasi pelayanan publik.

Baca Juga: Bupati Hartopo : Pelayanan Publik Jangan Monoton, Inovasi Harus Jadi Budaya

Masut mengatakan, dari total32 peserta yang mendaftar, sebanyak 25 proposal inovasi lolos di seleksi administrasi.

"Dari jumlah itu kemudian tim juri melakukan seleksi lagi hingga menjadi enam besar atau Tp 6 inovasi yang hari ini mengikuti seleksi wawancara,” kata Masut.

Keenam inovasi yang lolos tahap wawancara yaitu inovasi Si Parijoto Wungu (SIstem PemeRiksaan Ibu hamil Jemput dan Online ke laboraTOrium) yang dikembangkan UPTD  Puskesmas Kaliwungu, Sistem Informasi Pengadaan Kabupaten Kudus (SIMPANG KUDUS) yang dikembangkan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Kudus, dan Terpal Kompas TB (Terapi Pengobatan Alternatif Komplementer Pasien TB) yang dikembangkan RSUD dr Loekmonohadi Kudus.

Tiga inovasi lainnya yakni Kaderku Laskar Sakina (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak) serta Cegah Stunting yang dikembangkan UPTD Puskesmas Wergu Wetan, Teman Bintangku yang dikembangkan Dinas Kesehatan, dan Pengelolaan penyakit hipertensi (GARDU LOLITA) yang dikembangkan UPTD Puskesmas Mejobo.

Keenam inovator memaparkan ide dan pelaksanaan inovasi di depan tiga juri yakni Dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) R Slamet Santoso, Dosen Program Studi Manajemen Universitas Muria Kudus Mamik Indaryani, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus Saiful Annas.

Halaman:

Editor: Abdul Muiz

Tags

Artikel Terkait

Terkini

46 Desa di Kudus Miliki Satgas Adat, Ini Tugasnya

Rabu, 23 November 2022 | 22:15 WIB

Ratusan Buruh Rokok asal Jepara Dapat BLT DBHCT

Kamis, 17 November 2022 | 19:09 WIB

Kirab Kebangsaan Ramaikan Maulid dan Haul Mbah Datuk

Minggu, 13 November 2022 | 20:19 WIB
X