Ngaji Suluk Maleman Edisi 131 : Surga yang Ditelantarkan

- Kamis, 24 November 2022 | 06:20 WIB
Ngaji Suluk Maleman berlangsung di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati, akhir pekan lalu. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Ngaji Suluk Maleman berlangsung di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati, akhir pekan lalu. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

"Dalam hal ini, kita bukan saja harus dengan sadar mengelola jasad yang merupakan surga yang dititipkan kepada kita dengan menjaga pola hidup. Tapi juga menjaga fasilitas-fasilitas ruhani berupa ruh, hati, akal, dan nafsu agar selaras dengan tujuan keberadaan kita," tandasnya.

Dia lantas menjelaskan bagaimana kita sebenarnya sering menelantarkan surga yang tetap melekat ini demi tujuan-tujuan jangka pendek yang tidak jelas. Bahkan terkadang tanpa tujuan kecuali demi kesenangan sesaat.

Dalam konteks Indonesia, menurutnya surga itu tampaknya bukan hanya melekat pada masing-masing diri penduduknya. Tetapi, juga melekat pada kondisi alam.
"Menelantarkan saja sudah bisa dianggap dosa, apalagi merusaknya. Kalau surga ini lantas jadi neraka, maka jelas itu salah kita semua. Karena tak pernah serius mengelolanya dan hanya tahu mengambil keuntungan sesaat darinya," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pj Bupati Pati Minta OPD Tak Hindari Aduan Masyarakat

Kamis, 12 Januari 2023 | 07:03 WIB
X