Ngaji Suluk Maleman Edisi 131 : Surga yang Ditelantarkan

- Kamis, 24 November 2022 | 06:20 WIB
Ngaji Suluk Maleman berlangsung di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati, akhir pekan lalu. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Ngaji Suluk Maleman berlangsung di Rumah Adab Indonesia Mulia Pati, akhir pekan lalu. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Ada beberapa pengertian surga yang dicoba bahas dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke 131 yang digelar, akhir pekan lalu. Pertama, surga sebagaimana dialami oleh bapak moyang manusia, yaitu Nabi Adam. Yang kedua, surga sebagai kondisi yang pasti dialami oleh semua manusia dalam pertumbuhannya. Ketiga, surga sebagai kondisi yang terus terikut dalam kehidupan manusia.

Anis Sholeh Ba’asyin yang malam itu tampil sendirian, karena beberapa narasumber yang dijadwalkan berhalangan hadir, menjelaskan bahwa sejak awal lokasi atau tempat keberadaan Adam memang di bumi, karena ia ditugaskan sebagai khalifah di tempat tersebut. Dalam kaitan ini, artinya surga tidak merujuk ke tempat tapi lebih ke situasi. Dalam hal ini situasi serba terlayani semua kebutuhannya.

"Meski terbuka kemungkinan tafsir lain, namun ini adalah salah satu tafsir yang paling dekat dengan pemahaman kita saat ini," lanjut Anis.

"Kalau kita pakai pemahaman ini, artinya surga adalah tersedianya semua fasilitas dan terpenuhinya semua kebutuhan manusia. Nah, kalau kita pakai pemahaman ini, artinya dikeluarkannya atau diturunkannya Adam dari surga tidak otomatis berarti dicabutnya keseluruhan fasilitas dan pemenuhan kebutuhannya," jelasnya.

Anis lantas memberi contoh tentang banyaknya otot tak sadar yang otomatis bekerja tanpa harus ada perintah dari manusia. Dia juga menyebut banyaknya ayat Al Qur’an tentang banyaknya fasilitas yang tetap ada bersama Adam setelah ia keluar dari surga. Artinya sebagian besar situasi surga tetap melekat pada Adam saat ia keluar dari surga.

Baca Juga: Viral Video Kecelakaan di Kemacetan Juwana, Polisi Ingatkan Blind Spot

Baca Juga: Raja Copet Diamankan di Pasar, Ada 52 Dompet Korban di Tasnya, Begini Penampakannya

Anis lantas menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap manusia akan mengalami proses sebagaimana yang dialami Adam. Ketika bayi, balita sampai setidaknya sebelum akil baligh, adalah surga yang dialami semua manusia. Semua kebutuhannya ada yang menyediakan, sementara ia belum dianggap bertanggung-jawab terhadap tindakannya.

"Jadi, dalam batas tertentu kita bisa mengatakan bahwa saat akil baligh adalah momen setiap manusia mengulang proses keluarnya Adam dari surga. Dalam pemahaman ini, keluar dari surga adalah sesuatu yang alamiah dan harus dilalui agar setiap manusia mampu mengemban tugas sebagai khalifah. Bukan hukuman atau malah siksa," tegas Anis.

Persoalan kita, lanjut dia, bagaimana mengelola sebagian besar fasilitas surga yang tetap melekat pada kita untuk meraih sebaik-baik kehidupan di dunia. Sekaligus bisa mengantar kita ke surga yang lebih abadi, di mana kita kembali bukan hanya ke surga tapi ke pemilik surga, yakni Allah.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Pati : Penanganan Bencana Butuh Kajian Serius

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:52 WIB

Tiga Santri Pati Lolos Porsadin Tingkat Nasional

Rabu, 30 November 2022 | 22:27 WIB

UMK Pati 2023 Direkomendasikan Naik, Jadi Rp 2,1 Juta

Rabu, 30 November 2022 | 07:50 WIB

Tiba-tiba Desa di Pati Ini Diterjang Banjir Bandang

Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

HGN 2022, MTs Negeri 1 Pati Luncurkan Buku Karya Guru

Minggu, 27 November 2022 | 23:29 WIB
X