Parah, Sungai Juwana Tercemar Mikroplastik, Begini Dampaknya

- Sabtu, 19 November 2022 | 19:11 WIB
Sungai Juwana dipenuhi sampah. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Sungai Juwana dipenuhi sampah. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

Dalam kesempatan itu dia mengungkapkan dampak dari kontaminasi mikroplastik pada air sungai. Di antaranya dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia. Itu dapat berupa gangguan hormon yang berakibat keguguran kandungan, infertilitas, gangguan syaraf, dan kanker.

Peneliti Ecoton Prigi Arisandi menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan Ekspedisi Sungai Nusantara. Penelitian dilakukan pada sungai nasional di Indonesia.

"Sudah 68 sungai yang kami teliti. Kami menemukan hampir semua sungai di Indonesia terkontaminasi mikroplastik. Hanya sungai di Lampung dan Bengkulu yang tidak mengandung mikroplastik," ungkapnya.

Untuk itu, perlu gerakan bersama dalam menanggulangi. Di antaranya dengan mendesain ulang pelarangan penggunaan bahan plastik.

Selain itu, pola pengelolaan sampah yang lebih serius dan benar. Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah sejauh ini hanya sebatas mengumpulkan, mengangkut, dan membuang di TPA.

Karena itu, dibutuhkan perubahan pola pengelolaan. Dimulai dari pemilahan sampah rumah tangga yang organik dengan sampah lain. Kemudian pemgumpulan sampah terpilah yang lebih detail menjadi daur ulang dan sampah residu.

Selanjutnya dilakukan penyimpanan atau penjualan sampah daur ulang. Untuk sampah organik dilakukan pengomposan.

Sementara, aktivis Jampi Sawan Ari Subekti mengaku kondisi sampah di Sungai Juwana sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Bahkan, pihaknya menemukan fakta jika setiap hari setidaknya 50 orang membuang sampah dari atas jembatan.

"Itu baru satu jembatan, padahal Sungai Juwana ada lima jembatan besar. Paling banyak sampah plastik dan popok. Bahkan, seringkali ditemukan sampah berupa kasur di Sungai Juwana," katanya.

Dia mengharapkan, hasil uji air dan tanah Sungai Juwana menjadi pemicu awal untuk penanganan. Dimulai dari pengelolaan sampah yang benar, pelibatan masyarakat dalam penanganan, dan penegakan hukum bagi pelaku pembuang sampah.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X