Parah, Sungai Juwana Tercemar Mikroplastik, Begini Dampaknya

- Sabtu, 19 November 2022 | 19:11 WIB
Sungai Juwana dipenuhi sampah. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)
Sungai Juwana dipenuhi sampah. (suaramerdeka-muria.com/Moch Noor Efendi)

PATI, suaramerdeka-muria.com - Air dan tanah Sungai Juwana dipastikan tercemar mikroplastik. Itu terungkap dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) yang disampaikan, Kamis (17/11).

Paparan atas hasil uji laboratorium itu, dilakukan dalam acara "Pemaparan dan Diskusi Hasil Uji Air dan Tanah Sungai Juwana" digelar Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampi Sawan) dan Yayasan Yaphi Solo. Diskusi dilangsungkan di Resto Winong 57 Pati dengan mengundang berbagai pihak, termasuk instansi terkait seperti DLH dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

Direktur Ecoton DR Daru Setyorini MSi mengungkapkan, berdasar hasil kajian laboratorium atas sampel air (10 liter) Sungai Juwana teridentifikasi beragam mikroplastik. Di dalamnya terdapat kandungan microplastik berupa partikel fiber 12 (34%), filamen 21 (60%), dan granul 2 (6%).

Selain sampel air, juga dilakukan kajian atas sampel sedimen Sungai Juwana yang terdiri atas sampel tanah endapan dan tanah sawah. Dari sampel tanah endapan teridentifikasi kandungan partikel fiber 8, filamen 25, dan granul 2.

Sedangkan dari sampel tanah sawah teridentifikasi kandungan partikel fiber 13, filamen 30, dan granul 1. Persentase jenis mikroplastik pada sampel sedimen, yakni filamen 70%, fiber 27%, dan granul 4%.

Baca Juga: Bermula dari Kedutan, Nelayan di Rembang Ini Dihadiahi Toyota Avanza, Begini Cerita Lengkapnya

Baca Juga: Kejuaraan Sepak Bola U21 Kabupaten Pati Kembali Diputar

Baca Juga: Hasil Lengkap Piala Dunia U20 Mini di Spanyol : Jangan Lupa Timnas Indonesia U20 vs Slovakia U20

Dia menjelaskan, mikroplastik merupakan partikel atau serpihan kecil plastik yang berukuran kurang dari lima milimeter. Mikroplastik primer sengaja ditambahkan dalam produk dan mikroplastik sekunder adalah hasil degradasi sampah plastik di lingkungan.

"Mikroplastik fiber bisa jadi dari limbah cuci pakaian atau lainnya dari serat sintetis. Filamen berasal dari plastik fleksibel seperti kantong plastik dan saset produk. Sedangkan granul merupakan pelet plastik biasanya berasal dari limbah industri plastik," papar Daru.

Halaman:

Editor: Ilyas al-Musthofa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banjir Pati : Penanganan Bencana Butuh Kajian Serius

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:52 WIB

Tiga Santri Pati Lolos Porsadin Tingkat Nasional

Rabu, 30 November 2022 | 22:27 WIB

UMK Pati 2023 Direkomendasikan Naik, Jadi Rp 2,1 Juta

Rabu, 30 November 2022 | 07:50 WIB

Tiba-tiba Desa di Pati Ini Diterjang Banjir Bandang

Senin, 28 November 2022 | 10:16 WIB

HGN 2022, MTs Negeri 1 Pati Luncurkan Buku Karya Guru

Minggu, 27 November 2022 | 23:29 WIB
X